detikNews
Selasa 28 Mei 2019, 16:44 WIB

Koalisi Masyarakat Laporkan Dugaan Pelanggaran Etik 2 Pimpinan KY

Rivki - detikNews
Koalisi Masyarakat Laporkan Dugaan Pelanggaran Etik 2 Pimpinan KY Erwin Natosmal (ari/detikcom)
Jakarta - Koalisi Masyarakat Sipil untuk Reformasi Peradilan, menyampaikan laporan dugaan pelanggaran kode etik terhadap dua orang komisioner Komisi Yudisial (KY) ke pimpian KY. Kedua pimpinan itu adalah Sumartoyo dan Aidul Fitria Azhari.

"Sumartoyo diduga telah melanggar tiga prinsip utama kode etik Komisi Yudisial (KY), yaitu prinsip adil, prinsip bertanggung jawab, dan prinsip berintegritas," kata narahubung koalisi, Erwin Natosmal Oemar kepada wartawan, Selasa (28/5/2019).


Bergabung dalam koalisi tersebut adalah Indonesia Corruption Watch (ICW), Indonesian Legal Roundtable (ILR), Institute Criminal Justice Reform (ICJR), Lembaga Untuk Independensi Peradilan (LeIP), Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta dan Masyarakat Pemantau Peradilan (Mappi FH UI).

"Sedangkan Aidul Fitria Azhari melanggar prinsip bertanggung jawab," sambung Erwin.

Ikut pula bergabung yaitu Perhimpunan Bantuan Hukum Indonesia (PBHI), Pusat Studi Hukum Kebijakan (PSHK), Pusat Studi Antikprupsi (Pukat) UGM dan Pusat Pengkajian Pancasila dan Konstitusi (Puskapsi) Universitas Jember.

"Koalisi berharap laporan ini dapat direspon secara cepat oleh Dewan Kehormatan Komisi Yudisial, dan proses dan hasilnya dapat diketahui oleh publik secara luas," ujar Erwin.


Sumartoyo diduga melanggar etik di kasus Cipaganti. Sebelum menjadi pimpinan KY, ia adalah pengacara Cipaganti. Diduga Sumartoyo menyalahgunakan kewenangan sebagai komisioner KY untuk mengungkit kasus Cipaganti lagi.

"Jadi terkait dimunculkannya dugaan konflik kepentingan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab dalam pemeriksaan laporan perkara tersebut sangat bernuansa fiktif dan fitnah kepada KY," ujar Sumartoyo membela diri.

Adapun Aidul dinilai melanggar etik karena masih aktif sebagai pimpinan KY, tapi ikut seleksi hakim konstitusi. Aidul juga dinilai tidak profesional saat menjadi Ketua KY.

"Dasarnya ini ya? Saya malah bingung kesalahan saya di mana?" kata Aidul.


(asp/asp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed