DetikNews
Senin 27 Mei 2019, 19:09 WIB

Ngaku Polisi, 2 WN Iran Penipu Turis China Dihukum Bui

Aditya Mardiastuti - detikNews
Ngaku Polisi, 2 WN Iran Penipu Turis China Dihukum Bui Sidang warga negara Iran penipu turis China (Dita/detikcom)
Denpasar - Dua pria warga negara (WN) Iran, Shiraziniya Azad (53) dan Shirazi Nia Hossein (41), dihukum penjara 4 bulan. Keduanya dinyatakan terbukti menipu turis China dengan mengaku sebagai polisi.

"Mengadili menjatuhkan pidana terhadap para terdakwa dengan pidana penjara selama 4 bulan. Menetapkan masa penahanan yang sudah dijalani oleh para terdakwa dikurangi sepenuhnya dari putusan yang sudah dijatuhkan," kata ketua majelis hakim PN Denpasar I Gusti Ngurah Partha Bargawa di PN Denpasar, Jl PB Sudirman, Denpasar, Bali, Senin (27/5/2019).

Hakim menyatakan kedua WN Iran itu terbukti menipu turis asal China, Long Zhihong, dengan modus mengaku sebagai polisi. Peristiwa itu dilakukan pada Rabu (30/1) pukul 20.50 Wita di area Hotel Kuta Centre, Jl Patih Jelantik, Kuta, Badung.



Saat tiba di depan hotel, kedua terdakwa yang mengendarai mobil Toyota warna putih DK-1249-DW langsung mencegat korban. Azad lalu mengaku sebagai polisi dan menggeledah badan korban dan mengambil dompet korban, sementara Hossein berperan sebagai sopir.

"Terdakwa I, Shiraziniya Azad, menurunkan kaca mobil dan menyuruh korban berhenti seraya mengaku sebagai petugas polisi yang akan melakukan pemeriksaan. Setelah para terdakwa pergi, saksi korban pun memeriksa isi dompetnya dan ternyata uang pecahan USD 100 sebanyak 14 lembar telah diambil oleh para terdakwa," urainya.

Majelis hakim menyatakan perbuatan terdakwa dinilai meresahkan masyarakat.

"Hal yang memberatkan perbuatan terdakwa membuat resah masyarakat. Hal-hal yang meringankan terdakwa bersikap sopan dan uang kerugian korban sudah dikembalikan ke terdakwa," terang Partha Bargawa.


Majelis hakim menyatakan Azad dan Hossein terbukti bersalah melanggar Pasal 363 ayat (1) ke-4 KUHP. Atas putusan ini, penasihat hukum tidak mengajukan keberatan.

Jika dihitung dari masa penahanan di Polsek Kuta sejak 2-21 Februari 2019 dan penahanan JPU sejak 22 Februari di Rutan LP Kerobokan, terdakwa telah menjalani masa penahanan selama 115 hari. Dalam hitungan hari ke depan, terdakwa bisa kembali menghirup udara bebas.

"Delapan hari sudah bebas, sehingga kami menerima putusan hakim," ujar penasihat hukum terdakwa, Iswahyudi, seusai sidang.
(ams/imk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed