DetikNews
Senin 27 Mei 2019, 15:54 WIB

Diduga Mabuk, Seorang Pria WN Amerika Meninggal di Hotel Grand Kemang

Farih Maulana - detikNews
Diduga Mabuk, Seorang Pria WN Amerika Meninggal di Hotel Grand Kemang Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Jakarta - Seorang pria warga negara Amerika Serikat, Coleman Crow Dunn (35) meninggal di Grand Hotel Kemang, Jakarta Selatan. Korban diduga meninggal dunia karena sakit.

Kanit Reskrim Polsek Mampang Prapatan Iptu Anton Prihartono mengatakan, korban adalah tamu di hotel tersebut. Korban diketahui check-in di hotel sejak Minggu (26/5) pukul 17.47 WIB dan rencananya akan menginap hingga Rabu (29/5).

"Pada Senin (27/5) sekitar pukul 00.00 WIB, satpam hotel bernama Sri Margono mendapat laporan bahwa tamu di kamar 370, saudara Coleman Crow Dunn sakit," kata Iptu Anton dalam keterangan kepada wartawan, Senin (27/5/2019).

Korban sebelumnya memberitahu kepada temannya, Dimas yang sedang menginap di Hotel Monopoli, yang letaknya tidak jauh dengan Hotel Grand Kemang. Kejadian itu kemudian dilaporkan ke manajemen hotel dan langsung ditindaklanjuti.

"Manajer hotel langsung mengabarkan klinik dr Damayanti & Associates yang merupakan klinik rekanan hotel dan pada sekitar pukul 00.45 WIB datang dr Michele untuk memeriksa kondisi korban yang saat itu sedang berbaring di kamarnya," lanjut Anton.

Pada saat diperiksa, korban terlihat normal dan masih bisa diajak berkomunikasi meski kata-katanya kurang bisa dipahami. Tanda vital korban terlihat baik, namun tekanan darahnya cukup tinggi yakni 170/100mmHg.

"Keterangan yang didapat dari teman korban, sebelumnya korban pesta di tempat lain dan seminggu penuh meminum minuman beralkohol tinggi," katanya.

Setelah diperiksa, dokter memberi surat rujukan agar bisa digunakan sewaktu-waktu. Hingga pada pukul 04.30 WIB, korban sudah berada di dekat pintu kaca di lantai 3 di luar kamarnya.

"Dan korban juga terlihat kurang baik kondisinya dan juga masih dalam keadaan tidak mengenakan celana dalam," imbuhnya.



Sekuriti hotel, Tatang dan Margono kemudian menyarankan korban untuk kembali masuk ke kamar dan menyarankan dibawa ke rumah sakit. Akan tetapi korban menolak dan meminta temannya untuk segera datang.

"Akhirnya korban berhasil dibujuk untuk masuk ke kamarnya dengan cara dipapah oleh dua sekuriti," lanjutnya.

Korban akhirnya masuk ke kamar dan langsung ke kamar mandi, sementara pintu kamarnya tetap terbuka dan dijaga oleh kedua sekuriti. Namun korban tidak keluar juga dari dalam kamar mandi, sehingga membuat Tatang dan Margono curiga.

"Selanjutnya mereka memanggil karyawan hotel lain dan juga dr Michele. Sambil menunggu kedatangan d Michele, pihak hotel memutuskan untuk membuka paksa pintu kamar mandi tersebut. Tak lama setelah itu dr Michele datang dan pintu kamar mandi itu pun berhasil dibuka," jelasnya.

Saat kamar mandi dibuka, korban sudah tidak bergerak dan tak merespons. Korban dalam posisi duduk di depan kloset.

"Selanjutnya dr Michele melakukan tindakan pertama untuk menyelamatkan korban, namun tidak ada respon atau gerakan dari korban," sambungnya.

Pihak hotel kemudian memutuskan untuk membawa korban ke rumah sakit dan korban dimasukkan ke dalam ambulans. Namun, karena terlihat tidak ada tanda kehidupan dari korban, akhirnya korban tetap berada di dalam ambulans sampai akhirnya polisi datang ke TKP.




(mea/mea)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed