detikNews
Senin 27 Mei 2019, 08:55 WIB

Disebut KPK Seret, OTT Tahun Ini Baru Seperlima Dibanding 2018

Dhani Irawan - detikNews
Disebut KPK Seret, OTT Tahun Ini Baru Seperlima Dibanding 2018 Ilustrasi KPK (Foto: Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta - Operasi tangkap tangan (OTT) menjadi salah satu 'senjata' yang diandalkan KPK demi memberantas korupsi di negeri ini. Namun, pimpinan KPK menyadari bila 'senjata' tersebut tahun ini tidak semoncer tahun lalu.

"OTT agak seret tahun ini kalau dibanding tahun lalu di periode ini," kata Ketua KPK Agus Rahardjo pada Jumat, 24 Mei kemarin.




Hal itu disampaikan Agus dalam acara buka bersama media di kantornya. Meski demikian Agus berharap ke depan kegiatan penindakan tersebut lebih digencarkan lagi.

"Kita evaluasi semua itu OTT, itu belum ketinggalan jauh. Kemarin kalau tahun lalu 30, mudah-mudahan dengan anak-anak (penyidik) lebih giat lagi bisa terkejar," ujarnya.

Dalam catatan detikcom, OTT pada tahun 2018 memang menjadi salah satu sejarah bagi KPK. Sebab, jumlah OTT pada tahun itu yang mencapai 30 kali (terhitung dari bulan Januari hingga Desember 2018) adalah pencapaian terbesar KPK dalam melakukan OTT sejauh ini.

Sedangkan pada tahun ini hingga bulan Mei ini setidaknya per tanggal 27 Mei, KPK baru melakukan 6 kali OTT. Bila dibandingkan pada bulan yang sama pada tahun lalu, KPK sudah melakukan 11 kali OTT.




Berikut perbandingan OTT per Mei pada tahun 2018 dan 2019:

Tahun 2018

1. 4 Januari:
Bupati Hulu Sungai Tengah Abdul Latif

2. 3 Februari:
Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko

3. 11 Februari:
Bupati Ngada Marianus Sae

4. 13 Februari:
Bupati Subang Imas Aryumningsih

5. 14 Februari:
Bupati Lampung Tengah Mustafa

6. 27 Februari:
Wali Kota Kendari Adriatma Dwi Putra

7. 12 Maret:
Hakim PN Tangerang Wahyu Widya Nurfitri

8. 10 April:
Bupati Bandung Barat Abu Bakar

9. 4 Mei:
Anggota DPR Amin Santono

10. 15 Mei:
Bupati Bengkulu Selatan Dirwan Mahmud

11. 23 Mei:
Bupati Buton Selatan Agus Feisal Hidayat




Tahun 2019

1. 24 Januari:
Bupati Mesuji Khamami

2. 15 Maret:
Ketua Umum PPP Romahurmuziy (Rommy)

3. 22 Maret:
Direktur Teknologi dan Produksi PT Krakatau Steel (Persero) Wisnu Kuncoro

4. 28 Maret:
Anggota DPR Bowo Sidik Pangarso

5. 30 April:
Bupati Talaud Sri Wahyumi Maria Manalip

6. 3 Mei:
Hakim Pengadilan Negeri (PN) Balikpapan Kayat

Catatan:

Jabatan yang disebutkan pada orang-orang yang terjaring seperti yang disebutkan di atas adalah jabatan yang melekat pada saat orang-orang itu terkena OTT. Saat ini ada sebagian dari mereka yang sudah dinonaktifkan atau bahkan dicopot dari jabatan tersebut.
(dhn/haf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com