detikNews
2019/05/27 08:17:17 WIB

Round-Up

Sindiran Balasan BPN Soal Bukti Link Berita

Tim detikcom - detikNews
Halaman 2 dari 2
Sindiran Balasan BPN Soal Bukti Link Berita Foto: Tim Prabowo-Sandi ajukan gugatan ke MK (Rengga Sancaya/detikcom)


Tak terima, BPN Prabowo-Sandiaga pun balas menyindir. BPN menilai TKN Jokowi-Ma'ruf ketinggalan zaman lantaran meragukan kekuatan tautan berita itu.

"Jangan ketinggalan zaman dong. Pasal 5 ayat (1) UU ITE jelas mengatur jika informasi elektronik dan/atau cetakannya merupakan alat bukti hukum yang sah. UU ITE sudah hampir sepuluh tahun diberlakukan dan sudah ratusan perkara yang diputus dengan bukti link berita," kata Anggota Direktorat Hukum dan Advokasi BPN, Habiburokhman.

Habiburokhman yakin tim hukum Prabowo-Sandi yang diketuai Bambang Widjojanto (BW) bakal memenagi gugatan di MK. Politikus Gerindra itu berkaca pada pengalamannya sendiri.

"Link berita justru kuat karena sebelum diberitakan, dia melalui mekanisme keredaksian dan mengikuti kode etik. Saya sudah sering pakai bukti link berita di MK dan diterima pembuktiannya," ujarnya.

"Seingat saya kasus perkara cuti kepala daerah yang diajukan Ahok (eks Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama) dan saya jadi pihak terkait juga pakai bukti link berita, dan saya menang," imbuh Habiburokhman.

Lagipula, sebelumnya, sang komando tim kuasa hukum Prabowo-Sandiaga, Bambang Widjojanto juga memberikan bocoran soal bukti-bukti yang akan diajukan. BW mengatakan bahwa bukti yang diajukan merupakan gabungan dari dokumen dan saksi.

"Ada kombinasi dokumen dan saksi. Ada saksi fakta dan saksi ahli. Baru 51," ujar mantan pimpinan KPK itu.


Sederet Link Berita Dijadikan Bukti Kecurangan Pilpres 2019:

[Gambas:Video 20detik]


(mae/imk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed