detikNews
2019/05/27 06:57:46 WIB

Round-Up

Prinsip Anies Hadapi Kritik

Tim detikcom - detikNews
Halaman 1 dari 2
Prinsip Anies Hadapi Kritik Anies Baswedan-Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan dirinya siap menghadapi kritik. Ia mengaku punya prinsip yang menjadi pedomannya sejak dulu. Apa itu?

Dirangkum detikcom, Senin (27/5/2019), Anies menyebut dirinya sejak lama berpedoman bahwa seorang pejabat publik harus mau menerima masyarakat. Menurutnya, pejabat publik tidak boleh hanya mau sekadar dipuji.

"Kalau di wilayah publik jangan minta dipuji saja. Di wilayah publik itu harus siap dicaci maki, diminta turun atau naik. Itu prinsipnya sama. Dicaci tidak tumbang, dipuji tidak terbang," kata Anies di Stadion GBK, Senayan, Jakarta, Minggu (26/5).


Anies pun mencontohkan dirinya saat dikritik. Dia mengaku tidak pernah meminta agar pengkritiknya ditangkap.

"Kalau ada yang mengkritik nggak usah ditangkap. Saya nggak pernah menangkap orang yang mengkritik saya. Sama sekali," ujarnya.

Pernyataan Anies datang setelah ia ditanya mengenai petisi online yang meminta agar dia dicopot dari jabatan Gubernur DKI Jakarta. Dalam petisi yang dibuat 'Opini Kamu', Anies disebut telah gagal memimpin DKI Jakarta. Pembuat petisi meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Mendagri Tjahjo Kumolo segera memanggil dan memecat Anies. Petisi itu dibuat sejak 10 bulan lalu.


Ia merasa tidak keberatan dengan petisi tersebut. Dia mengatakan tiap warga negara berhak menyampaikan pendapat. Menurutnya, kritik merupakan risiko yang harus dihadapinya sebagai seorang pejabat publik.

"Setiap warga negara berhak menyampaikan, berhak mengkritik. Dan kalau berada di ranah publik harus mau dikritik, harus. Bahkan dicaci maki pun harus biasa-biasa saja," kata Anies.
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com