DetikNews
Minggu 26 Mei 2019, 20:52 WIB

Mustofa Nahra Jadi Tersangka, PDIP Yakin Polisi Punya Bukti Kuat

Yulida Medistiara - detikNews
Mustofa Nahra Jadi Tersangka, PDIP Yakin Polisi Punya Bukti Kuat Hasto Kristiyanto Foto: Eko Susanto/detikcom
Jakarta - Mustofa Nahrawardaya jadi tersangka terkait kasus penyebaran hoax atau berita bohong soal kerusuhan 22 Mei 2019. PDIP yakin polisi sudah memiliki bukti yang kuat untuk menetapkannya menjadi tersangka.

"Jadi ketika itu ditetapkan tersangka kami meyakini ada bukti-bukti material yang cukup kuat," kata Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, di kantor PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Minggu (26/5/2019).

Ia mengatakan polisi pasti memiliki dasar yang kuat menetapkan seseorang menjadi tersangka. Polisi tidak dapat menetapkan tersangka bila hanya berdasarkan dugaan saja.


"Polisi menegakkan hukum itu atas dasar prinsip keadilan atas dasar bukti-bukti material. Tidak bisa mereka menegakkan hukum atas dasar isu dugaan," sambungnya.

Mustofa Nahra ditangkap hari ini di rumahnya di Kawasan Bintaro, Tangerang Selatan, sekitar pukul 03.00 WIB. Mustofa ditangkap lantaran diduga menyebarkan kabar bohong melalui akun Twitter terkait hoax kerusuhan 22 Mei.

Polri membenarkan telah menangkap anggota BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Mustofa Nahrawardaya. Saat ini Mustofa masih diperiksa di Bareskrim Polri dan sudah ditetapkan sebagai tersangka.


Polri menyebut cuitan Mustofa telah menimbulkan keonaran. Cuitan yang dipersoalkan itu diunggah di akun Twitter @AkunTofa. Cuitan itu menggambarkan ada seorang anak bernama Harun (15) yang meninggal setelah disiksa oknum aparat.

"Cuitannya buat onar," kata Kasubdit II Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Kombes Rickynaldo Chairul, Minggu (26/5).
(yld/hri)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed