detikNews
2019/05/26 20:28:00 WIB

Round-Up

Amien Rais Dapat Surat Terbuka, PAN Membela

Tim detikcom - detikNews
Halaman 2 dari 2
Amien Rais Dapat Surat Terbuka, PAN Membela Foto: Lamhot Aritonang


Dradjad juga memaparkan alasan Amien membawa buku Jokowi People Power. Sebab, menurut dia, selama ini istilah people power selalu dikonotasikan sebagai makar. Karena itu, Amien pun membawa buku karya Bimo itu sebagai rujukan.

"Fakta hukumnya, Eggy Sujana ditahan terkait ucapan people power. Ini karena istilah people power dikonotasikan sebagai makar. Pak Amien diperiksa di Polda sebagai salah satu saksi bagi kang Eggi. Nah di toko buku, dijual buku Jokowi People Power. Ternyata istilah people power ini sudah beberapa tahun ada di toko buku. Tapi tidak satu orang pun yang menganggapnya sebagai makar," tutur politikus yang dekat dengan Amien ini.



Sebelumnya diberitakan, Amien Rais membawa buku 'Jokowi People Power' ketika diperiksa di Polda Metro Jaya pada Jumat (24/5/2019). Saat itu, Amien diperiksa sebagai saksi kasus dugaan makar dengan tersangka Eggi Sudjana. Dalam pemeriksaan itu, Amien menjelaskan soal pernyataan 'people power'.

"Jadi yang saya kembangkan sesungguhnya people power enteng-entengan, bukan seperti people power yang mau mengganti rezim atau menjatuhkan presiden, itu sama sekali jauh," kata Amien kepada wartawan.


Amien Rais Dapat Surat Terbuka, PAN MembelaFoto: Buku Jokowi People Power karya Bimo Nugroho dan M Yamin Panca Setia (Gramedia Pustaka Utama)


Namun, sebetulnya buku 'Jokowi People Power' sendiri ditulis untuk merekam fenomena gerakan rakyat yang saat itu habis-habisan mendukung Jokowi pada Pilpres 2014. Dijelaskan, dalam buku tersebut bahwa gerakan rakyat atau 'people power' menemukan momentumnya. Namun people power dalam buku tersebut dalam konteks pemilu yang demokratis.

"Di Indonesia, gerakan rakyat menemukan momentumnya kembali pada Pemilu 2014. Meskipun tidak seratus persen memenuhi prasyarat ideal, gerakan rakyat berhasil merebut puncak kepemimpinan nasional lewat pemilu yang fair dan demokratis," tulis Bimo Nugroho dan M Yamin Panca Setia dalam buku tersebut.


(rdp/imk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed