DetikNews
Minggu 26 Mei 2019, 20:20 WIB

Tiba di Bareskrim, Istri Bawakan Obat untuk Mustofa Nahrawardaya

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Tiba di Bareskrim, Istri Bawakan Obat untuk Mustofa Nahrawardaya Foto: Istri Mustofa Nahra, Cathy Ahadianti (Azizah/detikcom)
Jakarta - Istri Mustofa Nahrawardaya, Cathy Ahadianti, menjenguk suaminya di Bareskrim Mabes Polri. Cathy membawakan obat-obatan untuk Mustofa.

Pantauan detikcom, Cathy tiba di Bareskrim Maves Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (26/5/2019) pukul 19.18 WIB. Ia mengenakan gamis dan kerudung berwarna abu-abu dan datang seorang diri.

"Infonya sedang di-BAP sekarang, makanya ini saya mau bawa obatnya karena beliau masih dalam pengobatan dokter," ujar Cathy.



Mustofa diketahui menderita sakit asam urat, diabetes, dan darah tinggi. Sementara itu, pengacara Mustofa, Djudju Purwantoro, mengatakan kliennya saat ini masih diperiksa.

Mustofa diketahui sudah mulai diperiksa sejak siang tadi, namun hanya ditanya mengenai identitas karena harus didampingi oleh pengacara. Pemeriksaan formal baru dilakukan pukul 15.30 WIB tadi.

"Belum (diperiksa) secara komplit, belum secara menyeluruh, baru dikonfirmasi persoalan identitas maupun beberapa hal yang terkait yang akan diklarifikasi atau dipertanyakan, ada beberapa postingan lah," kata Djudju di lokasi yang sama.


Djudju mengatakan dirinya adalah pengacara yang membela Mustofa secara pribadi dan tergabung dalam Ikatan Advokat Muslim Indonesia (IKAMI). Djudju menjelaskan penangkapan Mustofa didasarkan atas laporan dari seseorang tanggal 25 Mei 2019.

"Betul, (ditangkap) atas laporan seseorang. Tidak terlalu jelas penjelasannya terhadap orang tersebut. Tapi ada laporan seperti itu," jelasnya.

Menurut Djudju, penangkapan Mustofa pada 26 Mei dini hari tadi tergolong cepat. Ia meminta penyidik untuk menerapkan kesamaan seseorang dalam hukum atau equality before the law.

"Ya kita biasalah hal-hal seperti itu. Tapi tentu dalam hal ini tetap kami akan berusaha untuk, apa namanya, menerapkan atau penyidik harus menerapkan aturan yang berlaku, equality before the law, artinya sama semua orang di muka hukum. Seharusnya seperti itu, kita berharap seperti itu, walaupun memang tampaknya terlalu cepat," tandasnya.



Sebelumnya, Mustofa Nahra ditangkap dini hari tadi di rumahnya. Mustofa ditangkap lantaran diduga menyebarkan kabar bohong melalui Twitter terkait posting-an hoax kerusuhan 22 Mei kemarin dan sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Mustofa dijerat Pasal 14 ayat 1 dan 2 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan/atau Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).
(azr/imk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed