detikNews
Minggu 26 Mei 2019, 14:00 WIB

Istri Penulis 'Jokowi People Power' Protes Amien Rais, Ini Respons PAN

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Istri Penulis Jokowi People Power Protes Amien Rais, Ini Respons PAN Amien Rais membawa buku 'Jokowi People Power'. (Foto: Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta - PAN menanggapi protes yang dilayangkan Tatty Aprilyana, istri almarhum Bimo Nugroho, penulis buku Jokowi People Power, kepada Amien Rais. PAN menghormati protes yang dilayangkan Tatty lantaran Amien dianggapnya mempolitisasi buku sang suami saat diperiksa polisi.

"Keluarga almarhum penulis tentu berhak beropini. Kita hormati. Meski sebagian kalimat yang beliau pakai bisa dilihat sebagai ujaran kebencian terhadap Pak Amien, kita tetap hormati. Itu hak beliau menyampaikan pendapat, hak konstitusional yang dijamin UUD NRI Tahun 1945," kata Wakil Ketua Dewan Kehormatan PAN, Dradjad Wibowo kepada wartawan, Minggu (26/5/2019).


Dradjad lantas menjelaskan alasan Amien membawa buku Jokowi People Power. Sebab, kata dia, selama ini istilah people power selalu dikonotasikan sebagai makar. Karena itu, Amien pun membawa buku karya Bimo itu sebagai rujukan.

"Fakta hukumnya, Eggy Sujana ditahan terkait ucapan people power. Ini karena istilah people power dikonotasikan sebagai makar. Pak Amien diperiksa di Polda sebagai salah satu saksi bagi kang Eggi. Nah di toko buku, dijual buku Jokowi People Power. Ternyata istilah people power ini sudah beberapa tahun ada di toko buku. Tapi tidak satu orang pun yang menganggapnya sebagai makar," tutur politikus yang dekat dengan Amien ini.

"Memang yang betul ya seperti itu. People power itu bukan makar. People power itu padanan Yunani-nya Demos dan Kratos. Lalu menjadi demokrasi. Jadi people power itu demokrasi. Masak, orang ditahan karena mengatakannya? Jadi pak Amien membawa buku itu sebagai rujukan. Di sini saya ingin mengingatkan semua penulis buku. Ketika buku kita dijual di toko buku, kita berharap orang membeli dan membaca, siapa pun dia," sambung Dradjad.

Dradjad pun menilai apa yang dilakukan Amien sah-sah saja. Dia juga menilai hal yang dilakukan politikus senior itu lumrah dan sesuai etika.

"Dan yang penting, kita memberi hak kepada pembaca untuk merujuk buku kita. Itu etikanya. Hal yang sama berlaku untuk artikel atau tulisan apapun yang beredar di publik. Rujukan atau referensi itu hal yang lumrah," kata dia.

"Menjadi aneh kalau ada penulis bilang silakan beli atau baca, tapi Anda tidak boleh merujuk. Jika kita tidak mau dirujuk, ya, jangan menulis. Apalagi menjual di toko buku. Saya berpesan seperti ini karena saya ekonom yang banyak menulis, sejak 1990an," imbuh Dradjad.


Sebelumnya, Istri almarhum Bimo Nugroho, penulis buku Jokowi People Power, Tatty Aprilyana menulis surat terbuka untuk Amien Rais. Tatty mempermasalahkan Amien Rais yang membawa buku karya suaminya ketika diperiksa polisi.

"Kepentingan yang diusungnya juga bukan tanggung jawab kami. Tetapi, kami sebagai anak-anak dan istri almarhum Bimo Nugroho sangat berkeberatan dengan digunakannya buku karya orang yang kami kasihi tersebut dalam upaya Amien Rais menggiring opini publik tentang adanya "JOKOWI PEOPLE POWER"," tulis Tatty dalam surat terbukanya.

Oleh karena itu, dalam surat terbukanya tersebut, Tatty menolak dengan tegas politisasi terhadap buku People Power Jokowi yang dilakukan oleh Amien Rais. Menurutnya, apa yang dilakukan Amien Rais tidak beretika.

"Patut diduga dengan kuat Amien Rais sedang mencari relevansi 'people power' yang diserukannya. Di sinilah keberatan kami sebagai keluarga almarhum Bimo Nugroho timbul. Kami menolak upaya tak beretika yang dilakukan Amien Rais dengan menggunakan hasil tulisan orang yang sudah tidak bisa melakukan bantahan untuk kepentingan politik pribadinya," tulisnya.


Usai Diperiksa, Amien Rais Sebut People Power-nya Enteng-entengan? Simak Videonya:

[Gambas:Video 20detik]


(mae/imk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed