DetikNews
2019/05/26 13:24:08 WIB

Sederet Gaduh Mustofa Nahra: Gelang Kode, 'Lion Air', hingga Jadi Tersangka

Tim detikcom - detikNews
Halaman 1 dari 2
Sederet Gaduh Mustofa Nahra: Gelang Kode, Lion Air, hingga Jadi Tersangka Mustofa Nahrawardaya (Foto: Twitter)
Jakarta - Anggota BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Mustofa Nahrawardaya, jadi tersangka terkait kasus penyebaran hoax alias berita bohong soal kerusuhan 22 Mei 2019. Sebelumnya, Mustofa sudah pernah membuat sederet kegaduhan.

Mustofa Nahrawardaya adalah caleg PAN dari Dapil Jateng V yang juga anggota Direktorat Relawan BPN Prabowo-Sandi. Di media sosial, Mustofa aktif mencuit lewat akun @AkunTofa. Lewat cuitan-cuitannya itu, Mustofa beberapa kali bikin heboh.

Berikut sederet kontroversi terkait Mustofa Nahra:

#GelangKode

Mustofa sempat mencurigai gelang Susi Ferawati yang mengaku diintimidasi di CFD pada akhir April 2018. Gelang itu disebutnya sebagai #GelangKode.

Mustofa saat itu berada tak jauh dari lokasi saat Susi Ferawati ramai dikerubungi warga yang mengenakan kaus #2019GantiPresiden. Saat itu, Mustofa mengaku melihat ada beberapa orang memakai gelang yang sama.



Kemudian, Mustofa menyaksikan video viral terkait gesekan orang yang mengenakan kaus #2019GantiPresiden dan #DiaSibukKerja di YouTube. Satu hal yang disorotnya ialah penggunaan gelang kayu berwarna cokelat yang dipakai Fera dan beberapa orang lainnya saat gesekan terjadi.

Mustofa Nahra di CFD / Mustofa Nahra di CFD / Foto: Screenshoot Youtube


Saat itu, Pengacara Fera, Muannas Alaidid, sudah menjelaskan gelang yang disebut sebagai #GelangKode oleh Mustofa. Gelang berbentuk biji-bijian berwarna cokelat gelap itu dibeli di Madinah. Ia juga menegaskan gelang itu tak ada hubungannya dengan kegiatan di CFD.

"Jadi kalau masalah gelang itu tanda munculnya kepanikan dia. Waktu saya tanya ke Bu Fera, dia beli gelang waktu umrah di Madinah. Kedua, dia tak saling mengenal dengan Pak Stedi atau korban yang dipersekusi juga di CFD itu," kata Muannas saat dihubungi, Kamis (3/5/2018).


Kaligrafi di Masjid Mirip Salib

Pada April 2018, Mustofa mencuit soal kaligrafi yang tertempel di tembok luar Masjid Al-Robithoh di Bandara Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang. Menurutnya, salah satu huruf yang terukir disebut ada yang mirip salib.

"Min @_TNIAU mohon kiranya agar logo mirip salib, dihilangkan. Tidak Pantas. Ini adalah Masjid di Kompleks Lanud Abdulrahman Saleh, Malang. Mumpung belum diresmikan, tks," kata Mustofa dalam cuitannya yang di-mention ke akun resmi TNI AU.



Keesokkan harinya, TNI AU melalui akun resminya membalas, jika kaligrafi yang disebut mirip salib sebenarnya adalah menara.

"Terima kasih, kaligrafi tsb membentuk bangunan masjid dan menaranya, dimana garis mendatar tsb maksudnya alas kubah menara. Airmin yakin Allah Maha Mengetahui niat baik umatNya. Kalau hal spt ini jd masalah, niscaya Masjid Istiqlal tdk akan berdiri krn arsiteknya non-muslim," cuit @_TNIAU.


Heboh Akun @MustofaNahra dan Saracen

Akun Twitter @MustofaNahra menjadi sorotan karena banyak cuitan yang berhubungan tentang Saracen. Saat dimintai konfirmasi detikcom, Mustofa Nahrawardaya membantah cuitan terkait Saracen itu ditulis oleh dirinya. Akun @MustofaNahra itu dulu memang miliknya, tapi kemudian dicuri.

"Termasuk akun @MustofaNahra, dan juga akun FB, IG, dan lain-lain, termasuk Apple ID. Pas kecurian, HP saya dalam kondisi nonaktif, saya tidak tahu penyebabnya. Sehingga sehari kemudian, saya pakai akun baru cadangan: @NetizenTofa. Saya sudah umumkan hilangnya akun tersebut, sejak awal 2017 menggunakan akun NetizenTofa maupun akun milik follower saya," kata Mustofa dalam pesan kepada detikcom, Selasa (29/8/2017).



Mustofa juga membantah dirinya terlibat dengan Saracen karena ramainya tweet @MustofaNahra tentang kelompok tersebut.

"Nggak tahu sama sekali. Tapi akun @MustofaNahra menggiring opini seolah saya orang Saracen," katanya.


Menyoal Ma'ruf Amin Salat Sambil Duduk

Mustofa pernah menyoroti cawapres nomor urut 01, Ma'ruf Amin yang salat dalam posisi duduk. Momen Ma'ruf salat dalam posisi duduk terjadi sebelum debat perdana Pilpres 2019, Kamis (17/1). Pada saat itu, Ma'ruf salat berjamaah di Masjid Istana bersama Joko Widodo (Jokowi) hingga Wapres Jusuf Kalla.

"Urusan dunia, kuat berdiri... #2019PrabowoPresidenRI," cuit Mustofa pada 20 Januari 2019.



Saat itu, Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Abdul Kadir Karding balas menyentil Mustofa. Dia bilang unggahan Mustofa tersebut karena ketidaktahuan hukum Islam.

"Saya kira kenyinyiran beliau (Mustofa) itu karena ketidaktahuan akan hukum, hukum agama. Saran saya belajarlah agama, kan di sana banyak ada ijtimak ulama, belajarlah sama ulama-ulama itu, jangan memperliihatkan ketidaktahuan, kasihan Pak Prabowo nanti kalau orang sekitarnya nggak paham. Aturan hukum di agama, prinsipnya kan boleh dan tidak ada yang melarang. Tidak dilarang agama orang salat duduk, baring, tergantung kondisinya dan kenyamanan," kata Karding.

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed