DetikNews
2019/05/26 06:01:08 WIB

Round-Up

BPN Ingin Jokowi Aktif Kontak Prabowo, TKN Minta Tak Politisir

Elza Astari Retaduari - detikNews
Halaman 1 dari 2
BPN Ingin Jokowi Aktif Kontak Prabowo, TKN Minta Tak Politisir Foto: Ilustrasi Jokowi bertemu Prabowo. (Dok detikcom).
Jakarta - Wacana pertemuan petahana Presiden Jokowi dengan Prabowo Subianto menjadi polemik. Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno dan Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin saling melemparkan argumen.

Rencana Jokowi untuk bertemu Prabowo sudah dilontarkan sejak jauh hari, tepatnya usai pencoblosan Pemilu pada 17 April lalu. Namun keinginan Jokowi belum mendapat lampu hijau. Ia mengaku sudah mengirimkan utusan, tapi belum juga ada kesepakatan soal pertemuan itu.

BPN Prabowo-Sandiaga menuding keinginan Jokowi untuk bertemu Prabowo hanya sekedar basa-basi saja. Kubu pasangan nomor urut 01 itu dinilai tak benar-benar ingin melakukan rekonsiliasi.


"Pihak sebelah sibuk bicara rekonsiliasi dan ingin adanya pertemuan antara Pak Jokowi dan Pak Prabowo. Tapi mereka sebatas basa-basi politik saja di depan media," ujar Juru Bicara BPN Prabowo-Sandiaga, Andre Rosiade, kepada wartawan, Sabtu (25/5/2019).

Menurut Andre, sebenarnya gampang saja jika Jokowi ingin bertemu dengan Prabowo. Ia menyebut Jokowi tinggal mengontak langsung Ketum Gerindra itu untuk mengatur pertemuan.

BPN Ingin Jokowi Aktif Kontak Prabowo, TKN Minta Tak PolitisirFoto: Andre Rosiade. (Ari Saputra/detikcom).

"Kalau mau ketemuan sederhana kok, Pak Jokowi cukup menelepon langsung Pak Prabowo untuk atur ketemuan secara langsung," sebut Andre.

TKN Jokowi-Ma'ruf menepis pernyataan politikus Gerindra itu. Kubu 01 menyebut pertemuan Jokowi dengan Prabowo penting dan meminta pihak 02 tak menjadikannya isu politik praktis semata.

"Pertemuan itu penting bagi bangsa ini, jangan dikelola sebagai isu politik, sebagai sesama pemimpin bangsa, sebagai elite bangsa, sebagai yang dicontoh. Saya kira kepentingan bertemu dan komitmen untuk berpolitik secara modern itu dibangun dulu. Jadi berkompromi, berkolaborasi adalah politik modern," kata Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf, Abdul Kadir Karding, kepada wartawan, Sabtu (25/5).

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed