detikNews
2019/05/26 03:45:37 WIB

Round-Up

Istana 'Tersengat' BW

Tim detikcom - detikNews
Halaman 2 dari 2
Istana Tersengat BW Bambang Widjojanto (BW) saat mendaftarkan gugatan Pilpres dari kubu Prabowo di MK. (Foto: Rengga Sancaya)

Soal adanya istilah rezim korup, Istana berbicara komitmen pemerintah dalam upaya pemberantasan tindak pidana korupsi. Ia meminta kasus korupsi yang terjadi saat ini tidak langsung disimpulkan dengan istilah rezim korup.

"Intinya jangan menggeneralisasi seperti itu hanya karena ada beberapa kasus korupsi yang terungkap. Pemerintahan ini sangat komit terhadap pemberantasan korupsi melalui diterbitkannya regulasi pencegahan sampai upaya penindakan. Perkara korupsi tidak bisa hanya melihat masa 5 tahun ini saja. Praktik ini sudah berakar sejak puluhan tahun lalu," ujar Jaleswari.


Selain Jaleswari, Tenaga Ahli Kedeputian IV KSP Ali Mochtar Ngabalin heran karena pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) diseret BW saat mendaftarkan gugatan Pilpres di MK. Ia menantang BW menunjukkan bukti konkret terkait rezim korup.

"Rezim korup itu apa? kasih tunjuk dong siapa yang dia maksud. Jangan nuduh begitu dong," kata Ngabalin saat dihubungi, Sabtu (25/5).

Dalam kesempatan lain, Sandiaga meminta istilah tersebut langsung diklarifikasi kepada BW. Yang jelas, Sandiaga mendorong terciptanya Pemilu yang jujur dan adil.

"Itu bisa diklarifikasi ke Pak BW, tapi yang akhirnya mengakibatkan dan memutuskan, kami Pak Prabowo dan saya memutuskan untuk memasukan sengketa ke MK menunjuk Pak Hashim dan pak BW ini karena tuntutan masyarakat karena agenda pemilu menuntut biaya yang cukup besar belum mampu menghasilkan pemilu yang jujur dan adil," ujar Sandiaga di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Sabtu (25/5).


Simak Juga "Sering Menang di MK, Alasan BW Ditunjuk Pimpin Tim Hukum Prabowo":

[Gambas:Video 20detik]


(dkp/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed