detikNews
Sabtu 25 Mei 2019, 17:41 WIB

Jawab Sindiran Andi Arief, BPN: Caper! Dia Nggak Berkeringat Menangkan Prabowo

Indra Komara - detikNews
Jawab Sindiran Andi Arief, BPN: Caper! Dia Nggak Berkeringat Menangkan Prabowo Andre Rosiade (Ari Saputra/detikcom)
FOKUS BERITA: Putusan MK Pilpres 2019
Jakarta - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tak ingin berkomentar banyak soal pernyataan Andi Arief. Dia menyebut politikus Partai Demokrat itu hanya caper alias cari perhatian.

"Orang ini, orang nggak berkeringat kok, sibuk nge-tweet doang, kerja menangkan Prabowo nggak, Bang Andi ini bukan anggota BPN. Kedua, saya tak melihat kinerja beliau menangkan Prabowo-Sandi. Ketiga, yang ada dia memunculkan kekisruhan pernyataan-pernyataannya. Jadi nggak perlu saya tanggapi pernyataan Andi Arief," kata juru bicara (jubir) BPN, Andre Rosiade, kepada wartawan, Sabtu (25/5/2019).



Pernyataan Andre merespons sindiran Andi Arief soal ajakan 'berjuang sampai titik darah penghabisan' yang disampaikan kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sebagai pernyataan sadis. Selain itu, Andi menyinggung soal aksi 22 Mei dengan mengatakan kerusuhan 3 kecamatan yang tak mungkin menjadi tiket 02 menuju Istana.

Andre mengatakan pihaknya lebih baik fokus pada proses gugatan sengketa Pilpres 2019 di MK ketimbang harus meladeni 'kicauan' Andi Arief.

"Bagi saya, fokus untuk menangkan Prabowo gugatan kita di MK daripada nanggapi orang caper. Apalagi dia nggak mewakili PD, jadi apa urgensi kami urusi Andi Arief, lebih baik kita kerja, kerja untuk di MK. Ini orang caper aja," paparnya.



Sebelumnya, Andi Arief menyinggung kerusuhan yang terjadi di sejumlah daerah di Jakarta beberapa waktu lalu. Ia menyebut kerusuhan tersebut tidak akan memberikan tiket kepada salah satu capres untuk melenggang ke Istana.

"Perjuangan revolusioner tidak akan terjadi tanpa pengetahuan revolusioner, demikian kata sebuah narasumber. Demikian juga people power enteng-entengan untuk ngeles enteng-entengan. People power enteng-entengan itu abu-abu sebenernya. Kerusuhan tiga kecamatan tidak akan mungkin menjadi tiket menuju Istana. Itu ilusi para setan gundul," ujar Andi kepada wartawan.
(idn/elz)
FOKUS BERITA: Putusan MK Pilpres 2019
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com