DetikNews
Sabtu 25 Mei 2019, 16:39 WIB

TKN: Jokowi Proaktif Hubungi Prabowo, Berupaya Persatukan Indonesia

Elza Astari Retaduari - detikNews
TKN: Jokowi Proaktif Hubungi Prabowo, Berupaya Persatukan Indonesia Abdul Kadir Karding bersama Jokowi. (Dok Pribadi)
Jakarta - Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin mengomentari sindiran Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Kubu 01 menyebut pertemuan Jokowi dengan Prabowo penting dan meminta pihak 02 tak menjadikannya isu politik praktis semata.

"Pertemuan itu penting bagi bangsa ini, jangan dikelola sebagai isu politik, sebagai sesama pemimpin bangsa, sebagai elite bangsa, sebagai yang dicontoh. Saya kira kepentingan bertemu dan komitmen untuk berpolitik secara modern itu dibangun dulu. Jadi berkompromi, berkolaborasi adalah politik modern," ujar Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf, Abdul Kadir Karding, kepada wartawan, Sabtu (25/5/2019).

Jubir BPN Prabowo-Sandiaga, Andre Rosiade, menyebut keinginan Jokowi bertemu dengan Prabowo hanya sebatas basa-basi kubu 01. Bila benar ingin bertemu, Jokowi disebutnya bisa langsung menelepon Prabowo untuk mengatur waktu pertemuan.

Menurut Karding, poinnya bukan soal teknis seperti itu, melainkan soal niat baik memperbaiki tensi politik yang memanas. Untuk itu, dia berharap tim Prabowo-Sandi tak menjadikan hal ini sebagai bagian dari pertarungan politik.

"Beliau (Jokowi) telah proaktif (menghubungi Prabowo). Beliau concern banget soal upaya mempersatukan Indonesia," kata Karding.


"Itu yang penting pertama. Sehingga soal teknis nanti kalau betul-betul ada kemauan, kalau betul-betul beliau terbuka untuk berkomunikasi pasti akan terjadi. Ini soal waktu. Tapi jangan dikelola sebagai isu politik yang tidak substansi soal siapa yang telepon, siapa yang mengatur," sambung anggota DPR RI itu.

Karding menepis anggapan TKN Jokowi-Ma'ruf sekadar basa-basi saja soal niat pertemuan dengan Prabowo itu. Bukan hanya Jokowi dan Prabowo, tapi juga masing-masing tim sukses kedua pasangan capres-cawapres.

"Prinsipnya, kita ingin kedua beliau ini ketemu, maupun tim dan pasukan masing-masing juga bertemu, bahkan seluruh pihak, unsur-unsur kebiasaan ini harus terus bertemu," sebut Karding.

Politikus PKB ini membandingkan soal sikap Jokowi yang menginisiasi pertemuan kebangsaan dengan sejumlah tokoh, baik dari mantan rival maupun tokoh-tokoh besar bangsa. Seperti Ketum PAN Zulkifli Hasan dan Komandan Kogasma Partai Demokrat (PD) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) hingga Presiden RI ke-3 BJ Habibie dan mantan wapres Try Sutrisno.

"Sebagai presiden, beliau membangun komunikasi intensif dengan banyak tokoh, baik dengan tokoh partai-partai yang berbeda maupun dengan tokoh-tokoh bangsa, Pak Habibie, Pak Try Sutrisno," ucapnya.

Karding juga menyebut peran serta Wapres Jusuf Kalla (JK) yang melakukan hal serupa.

"Demikian juga dengan Pak JK yang terus mendorong silaturahim atau komunikasi antara tokoh ormas, OKP (Organisasi Kelompok Partisan) atau tokoh masyarakat lainnya," kata Karding.


"Itu yang jadi poin penting, tentu kalau benar Pak Prabowo terbuka untuk berkomunikasi, tentu segala upaya dan cara-cara secara teknis tentu itu akan dapat di-follow up dengan baik," tambahnya.

Sebelumnya, jubir BPN Prabowo-Sandi, Andre Rosiade, menyindir pihak Jokowi-Ma'ruf Amin sekadar wacana soal ingin bertemu dengan Prabowo. Jokowi disebutnya bisa saja langsung menelepon Prabowo bila ingin bertemu.

"Pihak sebelah sibuk bicara rekonsiliasi dan ingin adanya pertemuan antara Pak Jokowi dan Pak Prabowo. Tapi mereka sebatas basa-basi politik saja di depan media," ujar Andre.

"Kalau mau ketemuan sederhana kok, Pak Jokowi cukup menelepon langsung Pak Prabowo untuk atur ketemuan secara langsung," sambung politikus Gerindra itu.


Tonton video BPN Kritik Pemerintah yang Batasi Medsos, TKN Sebut Drama Berlanjut:

[Gambas:Video 20detik]


(elz/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed