detikNews
Sabtu 25 Mei 2019, 16:26 WIB

Cari Penyebar Hoax Bocah Tewas Dipukuli Brimob, Polri Gandeng Kominfo

Faiq Hidayat - detikNews
Cari Penyebar Hoax Bocah Tewas Dipukuli Brimob, Polri Gandeng Kominfo Screencapture lokasi penganiayaan oleh pria berseragam. (Istimewa)
Jakarta - Polisi tengah mencari penyebar hoax seorang bocah tewas karena dipukuli Brimob di Kampung Bali, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Polri menggandeng Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

"Nanti akan kerja sama Kominfo menguji keaslian akun tersebut kalau cukup kuat alat bukti Direktorat Siber akan melakukan penegakan hukum," kata Karo Penmas Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo dalam jumpa pers di kantor Kemenko Polhukam, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Sabtu (25/5/2019).

Dia mengatakan saat ini Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri sedang menelusuri akun-akun yang menyebarkan hoax tersebut.


"Jadi untuk akun yang menyebarkan konten bersifat hoax tentunya sedang didalami Direktorat Siber. Kemudian menganalisa jejak digital dan juga mengecek kembali laboratorium yang dimiliki Direktorat Siber," kata dia.

Dedi mengatakan Polri akan menindak para penyebar hoax. Sebab, informasi bohong itu dapat mempengaruhi masyarakat.

"Saya tegaskan berita Saudara Harun hoax. Polisi tidak berhenti di sini, barang siapa yang memviralkan atau transmisi konten baik bersifat foto, video, dan narasi tidak sesuai kenyataan atau fakta dapat kategorikan berita hoax. Polri akan mendalami mencoba mengungkap menyebarkan akun konten tersebut. Ini berbahaya kalau konten menyebarkan hoax masyarakat pengguna medsos akan terpengaruh," ungkapnya.


Sebelumnya, Dedi mengatakan ada pihak yang mengaitkan foto korban meninggal dalam kerusuhan 22 Mei 2019 dengan video saat Andri ditangkap. Padahal dua hal tersebut tidak punya keterkaitan sama sekali.

Polisi menjelaskan pelaku hoax dapat dijerat Pasal 45 dan 28 Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2016 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) serta Pasal 14 ayat 1 dan 2, Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP.

Video penangkapan Andri ramai disebarkan dengan disertai narasi hoax bahwa korban merupakan anak di bawah umur dan dipukuli hingga meninggal. Peristiwa ini terjadi di dekat Masjid Al-Huda di Jl Kp Bali XXXIII No 3, RT 2 RW 10, Kampung Bali, Tanah Abang, Jakarta Pusat.


Polri mengatakan peristiwa dalam video tersebut faktanya adalah penangkapan salah seorang perusuh bernama A alias Andri Bibir. Polri memastikan pelaku perusuh itu masih hidup. Peristiwa itu sendiri terjadi pada Kamis (23/5) pagi. Polri menegaskan narasi dalam video yang viral di Twitter tidak benar (hoax).

"Bahwa viral video berkonten dan narasi seolah-olah kejadian tersebut mengakibatkan korban meninggal dunia akibat tindakan aparat. Ternyata pada kenyataannya orang yang dalam video tersebut adalah pelaku perusuh yang sudah kita amankan atas nama A alias Andri Bibir," ujar Dedi Prasetyo di Polda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu (25/5) dini hari.

Polisi menuturkan Andri Bibir, saat kerusuhan pada 22 Mei 2019, menyuplai batu-batu besar untuk para demonstran yang hendak membuat suasana kacau. Andri juga membantu menyediakan air bilas untuk para demonstran yang terkena tembakan gas air mata dengan maksud agar kerusuhan berlanjut.


Tonton video Pengakuan Pria yang Dipukuli Brimob di Kampung Bali:

[Gambas:Video 20detik]


(jbr/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com