detikNews
Sabtu 25 Mei 2019, 03:01 WIB

Round-Up

Arsari Pratama Buka Suara soal Ambulans Gerindra

Tim detikcom - detikNews
Arsari Pratama Buka Suara soal Ambulans Gerindra Polisi mengamankan ambulans Gerindra yang membawa batu untuk aksi 22 Mei. (Samsuduha Wildansyah/detikcom)
Jakarta - Mobil ambulans berlogo Partai Gerindra yang membawa batu saat kerusuhan 22 Mei di Jl Sabang, Jakarta Pusat, terindikasi milik PT Arsari Pratama. PT Arsari pun buka suara.

PT Arsari terseret setelah polisi mengungkap bahwa ambulans berlogo Gerindra membawa benda-benda tidak wajar. Ambulans, yang seharusnya membawa peralatan medis, justru membawa banyak batu.

PT Arsari mengaku menghibahkan mobil tersebut kepada Gerindra. Perusahaan tersebut mengklaim tak tahu-menahu soal pengelolaannya.

"PT Arsari membeli aset dan pinjam-pakaikan ke Badan Kesehatan Indonesia Raya (Kesira). Dan Kesira mendistribusikan ke DPC-DPC untuk program pelayanan kesehatan," ujar Direktur PT Arsari Pratama Daniel Poluan dalam keterangan tertulisnya, Jumat (24/5/2019).




Diketahui, Kesira merupakan organisasi sosial dan kesehatan yang berafiliasi dengan Partai Gerindra. Selanjutnya, mobil ambulans yang diserahkan Arsari Pratama ke Kesira didistribusikan ke DPD-DPC Gerindra di seluruh Indonesia.

Daniel menjelaskan mobil ambulans tersebut disumbangkan ke Kesira pada November 2011. Sumbangan itu sekaligus untuk mendukung program sosial dan kesehatan Kesira di seluruh provinsi Indonesia.

"Sejak 2011 mobil ambulans gratis ini tersebar di seluruh Indonesia dan telah membantu dan memberikan layanan gratis kepada jutaan rakyat. Dan itu sesuai dengan tujuan PT Arsari Pratama dalam meminjamkan asetnya," terangnya.

Mobil ambulans ini disebutkan belum membayar pajak. Pada laman Samsat Jakarta, tertera bahwa mobil Daihatsu Gran Max blind van putih bernopol B-9686-PCF itu telah jatuh tempo pajak sejak 25 Februari 2015.




Daniel menegaskan pengelolaan dan perawatan mobil ambulans itu kini menjadi tanggung jawab pengguna, sehingga soal pajak juga menjadi tanggung jawab pihak pengguna.

"Terkait pengelolaan, perawatan, dan perpanjangan STNK seperti yang ramai diperbincangkan saat ini, itu merupakan tanggung jawab pihak pengguna," ucap Daniel.



Terkait mobil ambulans tersebut, saat ini polisi telah mengamankan tiga orang. Ketiga tersangka adalah Yayan Hendrayana alias Yayan (59), Obby Nugraha alias Obby (33), dan Iskandar Hamid (70). Mereka diamankan di kawasan Sabang, Jakarta Pusat, pada Rabu (22/5) dini hari.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono menyebut mobil ambulans tersebut dikirim ke Jakarta atas perintah Ketua DPC Gerindra Tasikmalaya. Argo membenarkan mobil ambulans itu milik Gerindra.




"Intinya, ada perintah dari Ketua DPC, bertiga itu berangkat ke Jakarta. Tujuannya, wilayah kirimkan ambulans ke Jakarta untuk membantu korban di kegiatan 22 Mei," imbuh Argo.

Setelah diperiksa, Argo menyatakan, mobil ambulans tersebut tak punya kualifikasi petugas medis. Dalam ambulans, tak ada perlengkapan medis, tapi justru ditemukan batu diduga terkait rusuh 22 Mei.


Sopir dan Pengurus Gerindra Tak Tahu Asal Batu di Ambulans!:

[Gambas:Video 20detik]


(idn/zak)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed