DetikNews
Jumat 24 Mei 2019, 15:50 WIB

BW Jadi Tim Hukum Prabowo, Gerindra DKI Yakin Bisa Profesional

Yulida Medistiara - detikNews
BW Jadi Tim Hukum Prabowo, Gerindra DKI Yakin Bisa Profesional Bambang Widjojanto. (Foto: Ari Saputra)
Jakarta - Bambang Widjojanto (BW) menjadi tim hukum Prabowo Subianto untuk pengajuan gugatan hasil Pilpres 2019. Partai Gerindra DKI yakin BW dapat bekerja profesional meskipun BW juga merupakan anggota Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) DKI.

"Sah aja itu profesionalisme sebagai lawyer sebagai ahli hukum TGUPP kan nggak ada hubungannya dengan MK," kata Ketua DPD Gerindra M Taufik, kepada wartawan, Jumat (24/5/2019).



Taufik menilai Bambang dapat bekerja profesional dan tidak akan tumpang tindih meski juga menjadi tim hukum Prabowo. Taufik kemudian menyoroti menteri kabinet Jokowi yang rangkap jabatan menjadi timses Jokowi pada masa kampanye.

"Mana ada tumpang tindih, menteri bantuin kampanye Jokowi nggak ditanya itu. Tumpang tindih nggak tuh? Gubernur bantuin Jokowi, bupati bantuin Jokowi nggak ditanya tumpang tindih kan," imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPD DKI Partai Gerindra, Syarif, menilai BW akan bekerja profesional di kedua pihak. Selain itu ia menilai tidak ada aturan yang dilanggar karena BW bukan ASN.

"Kalau membagi waktu kembalikan pada yang bersangkutan lah, tapi sepanjang yang saya tahu beliau orang-orang yang hebat, orang-orang yang disiplin. Akan kerja profesional," kata Syarif.



Ditunjuknya BW menjadi tim hukum Prabowo sempat disorot oleh Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta, Gembong Warsono. Gembong menilai BW harus berhati-hati memilih pekerjaan, apalagi jabatannya sebagai anggota TGUPP dibiayai oleh APBD, sehingga harus mempertanggungjawabkan pekerjaannya di DKI.

Menanggapi itu, Syarif mengaku BW siap mempertanggungjawabkan gajinya.

"Ya Pak Gembong sebagai saran bagus. Hati-hati semua memang harus hati-hati. Di APBD juga diatur bagaimana pertanggungjawabannya. Di APBD juga diatur aturan mempertanggungjawabannya. Masing-masing sudah punya aturan masing masing. Kadi saran pak Gembong bagus lah untuk mengingatkan," ujar Syarif.


Soal Pertemuan JK-Prabowo, Sandi: Komunikasi Politik
(yld/idn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed