DetikNews
Jumat 24 Mei 2019, 14:46 WIB

Anggota Brimob yang Dituduh dari China Buka Suara: Saya Asli Indonesia

Audrey Santoso - detikNews
Anggota Brimob yang Dituduh dari China Buka Suara: Saya Asli Indonesia Anggota Brimob dituduh dari China (Audrey/detikcom)
Jakarta - Penyebar hoax 'anggota Brimob dari China' ditangkap Bareskrim Polri. Anggota Brimob yang dituduh itu pun buka suara.

Tiga anggota Brimob yang dituduh dari China hadir saat jumpa pers di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat (24/5/2019). Mereka adalah anggota Brimob yang bertugas mengamankan aksi pada 21 Mei 2019.

Awalnya, anggota Brimob tersebut hadir dengan memakai penutup wajah dan helm. Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo, terlebih dahulu menjelaskan pengungkapan kasus ini, lalu meminta tiga anggota Brimob tersebut bicara.



Ketiganya lalu membuka penutup wajah. Mereka mengatakan berasal dari Sumatera Utara, bukan China.

"Kami tegaskan lagi bahwa kami adalah asli Brimob, bukan polisi China. Bahwa saya adalah Brimob Sumatera Utara. Saya asli dari Sumatera Utara," kata Briptu Raja Hiskia Rambe.

Anggota Brimob yang kedua, Briptu Ib Benuh Habib, memberi penegasan yang sama. "Saya dari Brimob Sumatera Utara, tepatnya Tebingtinggi. Saya asli orang Indonesia," ucapnya.



Penegasan juga datang dari anggota Brimob yang ketiga, Briptu Gunawan Sinambela. Dia mengatakan informasi yang menyebutkan ada anggota Brimob yang berasal dari China adalah tidak benar.

"Berita yang disebarkan murni hoax," ujarnya.

Anggota Brimob yang Dituduh dari China Buka Suara: Saya Asli IndonesiaAnggota Brimob dituduh dari China. (Audrey/detikcom)


Sebelumnya diberitakan, penyebar hoax yang ditangkap bernama Said Djamalul Abidin (SDA). Pelaku ditangkap pada 23 Mei 2019 di Bekasi, Jawa Barat. Polisi juga menyita barang bukti berupa satu unit ponsel.

"Terhadap tersangka disangkakan sebagaimana dimaksud Pasal 45A ayat (2) jo Pasal 28 ayat (2) UU No 19 Tahun 2016 tentang perubahan UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan/atau Pasal 16 jo Pasal 4 huruf b angka 1 UU No 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis," kata Dedi di Mabes Polri Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (24/5).


Kerusuhan 22 Mei Ganggu Ekonomi? Ini Jawaban Sri Mulyani:

[Gambas:Video 20detik]



(imk/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed