DetikNews
Jumat 24 Mei 2019, 11:43 WIB

Ini Dugaan Motif Pelaku Selundupkan Berang-berang dan Kalajengking ke Rusia

Aditya Mardiastuti - detikNews
Ini Dugaan Motif Pelaku Selundupkan Berang-berang dan Kalajengking ke Rusia (Foto: Dok. Istimewa)
Bali - Warga Negara (WN) Rusia berinisial RT mencoba menyelundupkan empat bayi berang-berang ke Rusia. Bayi berang-berang itu diselundupkan di dalam koper dari Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali. Untuk apa?

"Dia tadi malam nggak menyebut sih, tapi dugaan kita bisa juga untuk kesenangan, hoby bisa jadi," kata Kasubag TU Balai KSDA Bali I Ketut Catur ketika dihubungi via telepon, Jumat (24/5/2019).



Catur mengatakan WN Rusia tersebut juga memberikan pengakuan mengejutkan soal 10 kalajengking berbisa yang dia selundupkan.

"Kalau kalajengking bilang dimakan, kita juga nggak tahu itu pengakuannya dia," terangnya.



Selama bertugas di Bali, Catur mengaku baru pertama kali ini menemukan kasus upaya penyelundupan berang-berang. Beruntung bayi berang-berang yang rencananya diselundupkan ke Rusia itu dalam kondisi baik.

"Kalau saya selama ini baru pertama kali ketemu (berang-berang diselundupkan). Kondisinya sehat, sementara kita titipkan ke Taman Safari," ucap Catur.

Peristiwa itu terjadi pada Kamis (23/5) malam. Ulah RT ketahuan petugas Aviation Security Bandara I Gusti Ngurah Rai saat pemeriksaan X-Ray scanner di Terminal Keberangkatan Internasional.

RT merupakan calon penumpang Korean Air dengan nomor penerbangan KE 634. Dari pemeriksaan manual petugas menemukan 4 ekor bayi berang-berang di dalam koper, dan juga 10 ekor kalajengking berbisa yang disimpan dalam kotak anyaman warna biru.

Setelah berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) diketahui berang-berang masuk dalam binatang yang dilindungi. RT yang rencananya terbang kembali ke Rusia itu kini berurusan dengan polisi.

"Prosedur pemeriksaan yang dilakukan oleh personel Aviation Security sesuai dengan ketetapan hukum yang ada. Sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan No. KM 25 Tahun 2005, petugas berhak dan wajib untuk melakukan pemeriksaan penumpang dan barang yang diangkut melalui jasa pesawat udara di bandar udara. Sesuai prosedur yang termaktub dalam aturan tersebut, petugas kami kemudian berkoordinasi dengan institusi berwenang untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," tutur General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Haruman Sulaksono, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (24/05).



Simak Juga 'Selundupkan Bayi Orang Utan, WN Rusia Diciduk':

[Gambas:Video 20detik]


(ams/knv)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed