DetikNews
Jumat 24 Mei 2019, 10:10 WIB

Penyelundupan Berang-berang dan Kalajengking dari Bali ke Rusia Digagalkan

Aditya Mardiastuti - detikNews
Penyelundupan Berang-berang dan Kalajengking dari Bali ke Rusia Digagalkan WN Rusia berinisial, RT, ditangkap petugas karena diduga menyelundupkan berang-berang dan kalajengking di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali. Foto: Dok. Istimewa
Denpasar - Seorang warga negara (WN) Rusia berinisial, RT, ditangkap petugas karena diduga menyelundupkan berang-berang dan kalajengking di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali. Berang-berang dan kalajengking itu dimasukkan ke dalam koper milik RT.

Peristiwa itu terjadi Kamis (23/5) malam. Ulah RT ketahuan petugas Aviation Security Bandara I Gusti Ngurah Rai saat pemeriksaan X-Ray scanner di Terminal Keberangkatan Internasional.

"Kembali lagi, berkat kejelian dari petugas Aviation Security kami, upaya penyelundupan binatang dilindungi secara ilegal berhasil kami gagalkan. Dalam tiga bulan terakhir ini, kami sudah berhasil menggagalkan beberapa upaya dari calon penumpang untuk menyelundupkan barang-barang contraband, baik itu binatang dilindungi, maupun peluru aktif," ujar General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Haruman Sulaksono, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (24/05/2019).



Dari hasil pemeriksaan manual, petugas menemukan 4 ekor bayi berang-berang di dalam koper. Tak hanya itu, dari pemeriksaan petugas juga menemukan 10 ekor kalajengking berbisa yang disimpan dalam kotak anyaman warna biru.

Berang-berang dan kalajengking itu dimasukkan ke dalam koper dan akan diselundupkan ke Rusia.Berang-berang dan kalajengking itu dimasukkan ke dalam koper dan akan diselundupkan ke Rusia. Foto: Dok. Istimewa


Setelah berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) diketahui berang-berang masuk dalam binatang yang dilindungi. RT yang rencananya terbang kembali ke Rusia itu kini berurusan dengan polisi.


"Prosedur pemeriksaan yang dilakukan oleh personel Aviation Security sesuai dengan ketetapan hukum yang ada. Sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan No. KM 25 Tahun 2005, petugas berhak dan wajib untuk melakukan pemeriksaan penumpang dan barang yang diangkut melalui jasa pesawat udara di bandar udara. Sesuai prosedur yang termaktub dalam aturan tersebut, petugas kami kemudian berkoordinasi dengan institusi berwenang untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," tutur Haruman.

Terpisah, Kasubag TU Balai KSDA Provinsi Bali I Ketut Catur mengatakan bayi berang-berang itu kini sudah berada di Kantor Balai KSDA Bali. Dari pengakuan WN Rusia tersebut berang-berang itu dibeli dari pasar burung Satria di Denpasar, Bali.

"Pengakuan awal hewan Berang berang dibeli di Pasar Burung Satria Denpasar seharga 500 ribu/ekor. Barang bukti hewan sementara saat ini berada di Kantor Balai KSDA Bali, sementara pelaku masih menjalani pemeriksaan di Polsek Bandara," ujar Catur.
(ams/aan)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed