detikNews
2019/05/24 04:30:41 WIB

Round-Up

Kontroversi GARIS: Mobil Prabowo, 22 Mei, Isu Sempalan ISIS

Tim detikcom - detikNews
Halaman 3 dari 3
Kontroversi GARIS: Mobil Prabowo, 22 Mei, Isu Sempalan ISIS Massa di depan Bawaslu saat ricuh pada Rabu (22/3) (Foto: Agung Pambudhy/detikcom)



"Ada bocoran anak-anak yang mengaku diberangkatkan (terkait ISIS) oleh saya, padahal saya sendiri tidak mengaku. Sudahlah yang dulu-dulu, isu negatif dulu sudah luntur. Sudah selesai. Kalau saya terjerat dengan isu teroris, saya pernah di BAP di Brimob di Polda. Nyatanya kan saya tidak pernah," ucap Chep melalui sambungan telepon, Rabu (13/2/2019).

Mundur ke 2008, Chep mengaku pernah bertemu beberapa kali dengan terpidana kasus terorisme Amrozi di LP Nusakambangan. Chep pernah meminta jenazah Amrozi tidak disalatkan dan dimandikan karena dinilainya sebagai simbol jihad.

Lalu pada 2014, Chep ditangkap di Kecamatan Majenang, Cilacap, Jawa Tengah. Ia ditangkap bersama 6 orang lainnya. Polisi turut mengamankan 1 bendera ISIS, 1 bendera GARIS, 8 buah topi bersimbol ISIS, dan 4 kaus bersimbol ISIS dari ketujuhnya, termasuk Chep. Chep mengaku atribut ISIS yang ada padanya merupakan titipan seorang narapidana yang berada di Lapas Kembang Kuning Nusakambangan.


Meski kedapatan membawa atribut ISIS dan mengklaim menjabat Presiden ISIS Indonesia, ia mengaku tidak pernah menjalankan organisasi tersebut.

"Di ISIS memang teman-teman menginginkan saya sebagai pimpinan regional Indonesia. Saya terima tapi tidak berjalan sampai sekarang. Aktivitas saya setiap hari ya ngurus perusahaan kemudian organisasi GARIS, kalau ISIS malah belum tahu arahnya ini mau gimana," kata Chep di Mapolres Cilacap.

Ketua GARIS Chep HernawanKetua GARIS Chep Hernawan (Foto: Syahdan/detikcom)

3. GARIS Mau Buat Rusuh di Aksi 22 Mei
Hingga kemudian, polisi menangkap dua anggota GARIS yang hendak membuat rusuh aksi 22 Mei. Polisi lalu mengungkit soal pernyataan Ketua GARIS yang tak lain ialah Chep Hernawan.

"Dari keterangan kedua tersangka tersebut, mereka memang berniat untuk berjihad pada aksi unjuk rasa pada aksi 22 Mei," kata Kadiv Humas Polri Irjen M Iqbal di kantor Kemenko Polhukam, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Kamis (23/5/2019).

"Sama-sama kita tahu bahwa kelompok GARIS ini pernah menyatakan, membuat statement sebagai pendukung ISIS Indonesia. Dan mereka sudah mengirimkan kadernya ke Suriah," tambahnya.


Chep lalu membantah pernyataan polisi. Chep mengatakan anggota GARIS datang ke Jakarta untuk mengirim ambulans.

"Tidak ada pasukannya (dari Garis), yang ada (pihak Garis) kirim ambulans dan tim medisnya," kata Chep melalui sambungan telepon dengan detikcom, Kamis (23/5/2019).

Chep pun menepis keterangan polisi yang menyebut organisasinya terafiliasi dengan ISIS. "Dari 2004, saya itu itu kan enggak ada ISIS. Enggak ada keterlibatan saya di ISIS dan ISIS juga sudah bubar. Saya sudah berhenti dari aktivitas kerusuhan-kerusuhan begitu," tutur Chep.
(jbr/gbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed