detikNews
Kamis 23 Mei 2019, 22:47 WIB

Round-Up

Geger Ambulans Gerindra: Tanpa Alat Bantu, Malah Berisi Batu

Tim detikcom - detikNews
Geger Ambulans Gerindra: Tanpa Alat Bantu, Malah Berisi Batu Mobil ambulans (Samsuduha Wildansyah/detikcom)
Jakarta - Mobil ambulans dari Partai Gerindra bernomor polisi B-9686-PCF menjadi sorotan di tengah aksi 22 Mei 2019. Soalnya, mobil tersebut tidak seperti ambulans pada umumnya.

Sementara mobil ambulans pada umumnya dilengkapi dengan alat bantu medis di dalamnya, tidak demikian dengan ambulans Gerindra ini. Tak ada alat bantu medis di dalamnya, yang ada hanyalah batu-batu.

"Di mobil tersebut tidak ada perlengkapan medis atau obat-obatan, minimal P3K, itu tidak ada," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono dalam jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Kamis (23/5/2019).



Menurut Argo, tak ada pula petugas medis dalam ambulans dari Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerindra Tasikmalaya tersebut. Ambulans warna putih dengan corak oranye dan gambar kepala burung Garuda kuning itu meluncur dari Tasikmalaya ke Jakarta atas perintah Ketua DPC Nandang Suryana.

"Intinya bahwa ada perintah ketua DPC, bertiga berangkat ke Jakarta," imbuh Argo.



Batu-batu yang ada di ambulans saat rusuh tersebut pertama kali diinformasikan oleh polisi pada 22 Mei itu juga. "Penuh dengan batu dan alat-alat," ujar Kadiv Humas Polri Irjen M Iqbal dalam konferensi pers di Kemenko Polhukam, saat itu.


Dari mana asal batu-batu itu? Sayang sekali, orang-orang di dalam ambulans mengaku tidak tahu dari mana benda-benda keras itu berasal. Polisi masih mendalami keterangan dari lima orang yang ada di mobil itu.



"Dari hasil pemeriksaan juga bahwa yang bersangkutan ini katanya nggak tahu ada batu di dalam mobil," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (23/5/2019).

Ambulans tersebut berangkat dari Tasikmalaya pada Selasa (21/5) malam. Argo menyampaikan ambulans itu dikirim ke Jakarta atas perintah Ketua DPC Gerindra Tasikmalaya.

Setiba di Jakarta, ambulans mampir terlebih dahulu di Jalan HOS Cokroaminoto. Di situ mereka menjemput simpatisan asal Riau.

Mobil itu kemudian meluncur ke Bawaslu. Hingga kemudian terjadi aksi lempar-lemparan, ada saksi yang melihat ambulans tersebut berisi batu, kemudian diperiksa polisi setelah massa bubar.
(dnu/gbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed