DetikNews
Kamis 23 Mei 2019, 20:52 WIB

4 Polisi di Pontianak Jadi Korban Penembakan Saat Amankan Aksi Rusuh

Idham Kholid - detikNews
4 Polisi di Pontianak Jadi Korban Penembakan Saat Amankan Aksi Rusuh Pos polisi di Pontianak dibakar massa. (Foto: dok. Antara Foto)
Jakarta - Empat polisi mengalami luka tembak saat mengamankan aksi rusuh di Pontianak, Kalimantan Barat. Mereka saat ini sedang dirawat dan menunggu untuk dioperasi.

"Iya, kalau yang tiga polisi itu pasti (tertembak) karena memang bersarang (pelurunya). Nah yang satu itu kayaknya keserempet, tembus, jadi lewat. Itu yang belum tahu apakah itu peluru rakitan atau batu atau apa," kata Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Donny Charles Go saat dihubungi, Kamis (23/5/2019).


Peristiwa itu terjadi pada Rabu (22/5) malam. Satu anggota tertembak saat di Polsek Pontianak Utara, sedangkan yang tiga saat membuka jalan yang diblokir warga di sekitar Jembatan Kapuas 1.

"Kena tembak di Polsek satu, yang tiga pas kita lakukan pembukaan jalan," ujarnya.

Tiga polisi itu tertembak di paha dan dua kaki, sementara yang terserempet peluru juga di paha.

"Iya kayaknya rakitan, senjata rakitan," tuturnya.

Aksi massa di Pontianak berujung ricuh pada Rabu (22/5) kemarin. Massa membakar 2 pos polisi hingga merusak sejumlah lampu jalanan dan CCTV.


Kapolda Kalbar Irjen Didi Haryono SH mengatakan 203 orang diamankan dalam insiden aksi unjuk rasa pada 22 Mei di Pontianak Timur. Dari jumlah itu, 98 orang terindikasi pengguna narkotika berdasarkan tes urine, yang tiga di antaranya kedapatan membawa narkoba.

"Kemarin kita terpaksa menahan 203 orang. Ini semua yang ditahan antara lain karena melakukan perusakan pada saat unjuk rasa, pembakaran 2 pos polisi dan membawa senjata tajam," kata Didi dalam keterangannya.

Sebelumnya, Irjen Didi mengatakan, dari 203 perusuh yang diamankan, 26 orang sedang dilakukan proses pendalaman, sebanyak 76 ditangani oleh Direskrimum Polda Kalbar, dan 16 orang di antaranya anak-anak. Total 203 orang itu sudah dipulangkan ke rumahnya.

"Hari ini sebanyak 203 orang itu kami kembalikan semuanya kepada orang tua masing-masing, dengan jaminan dari Gubernur Kalbar, Sultan Pontianak, dengan maksud memberikan rasa aman, dan mereka berjanji tidak akan mengulangi perbuatan tersebut, dan apabila melakukannya lagi, maka langsung diproses hukum," ujar Didi seperti dilansir Antara, Kamis (23/5).
(idh/gbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed