detikNews
Kamis 23 Mei 2019, 20:36 WIB

Polisi: 183 Perusuh di Slipi Berasal dari Jawa Barat hingga Sumatera

Isal Mawardi - detikNews
Polisi: 183 Perusuh di Slipi Berasal dari Jawa Barat hingga Sumatera Foto: Isal Mawardi/detikcom
Jakarta - Polisi memastikan massa yang merusuh di aksi 22 Mei 2019 di flyover Slipi, Jakarta Barat, sebagian besar dari luar daerah. Massa berasal dari Jawa Barat hingga Sumatera.

"Berdasarkan rekapitulasi, (massa berasal) dari berbagai daerah, misalnya Banten 41 orang, Jateng 13 orang, dari Jawa Barat 27 orang, dari Sumatera 11 orang, dan sisanya Jakarta bergabung," kata Kapolres Jakarta Barat Kombes Hengki Haryadi kepada wartawan di kantornya, Slipi, Jakarta Barat, Kamis (23/5/2019).

"Beberapa pengalaman banyak dari Jakarta, tapi dari luar Jakarta cukup banyak yang ditangkap. Kan ini sebagian. Kalau semua yang ditangkap, lebih ketahuan," tambah Hengki.

Hengki menegaskan massa tersebut bukanlah santri. Beberapa di antara tersangka bahkan ada yang bertato di badannya.



"Yang demo kemarin ada yang ngakunya santri, apakah santri? Kita lihat tampang-tampangnya," cetus Kombes Hengki di Mapolres Jakarta Barat, Slipi, Jakbar, Kamis (23/5/2019).

"Sebagian besar memiliki tato, kami akan mendalami latar belakangnya," lanjut Hengki.

Sebelumnya, Hengki mengatakan yang diamankan mayoritas berasal dari luar daerah, seperti dari Kupang, NTT, Lombok, NTB, dan Banten. Saat diamankan, beberapa di antaranya bahkan mulutnya berbau alkohol.

"Ada beberapa orang yang kami amankan, rata-rata mulutnya bau alkohol," kata Hengki saat dihubungi detikcom, Rabu (22/5/2019).

Massa berdatangan ke kawasan Slipi, Jakarta Barat, pada Rabu (22/5) dini hari. Massa kemudian dihadang oleh polisi hingga terjadi bentrok.




(mea/mea)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed