DetikNews
Kamis 23 Mei 2019, 17:33 WIB

Komnas HAM Minta Polri Usut Dugaan Penggunaan Peluru Tajam di Aksi 22 Mei

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Komnas HAM Minta Polri Usut Dugaan Penggunaan Peluru Tajam di Aksi 22 Mei Ketua Komnas HAM Taufan Damanik-Foto: Rifkianto Nugroho
FOKUS BERITA: Aksi 22 Mei
Jakarta - Komnas HAM akan mendalami penyebab korban tewas dalam kerusuhan aksi 22 Mei 2019. Komnas HAM meminta Polri mengusut adanya dugaan penggunaan peluru tajam dalam aksi tersebut.

"Tentu (didalami). Tapi kan Pak Kapolri sudah menyatakan bahwa mencurigai ada kelompok tertentu yang menggunakan peluru tajam. Nah, kita sekarang meminta pengusutan itu, dilakukan sesegera mungkin, sehingga dapat dilakukan siapa sebetulnya pelakunya? Ini peluru dari mana?" kata Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik kepada wartawan di RSCM, Jakarta Pusat, Kamis (23/4/2019).


"Kalau yang lain yang ditemukan kemarin itu kan peluru karet dalam rangka petugas PHH, itu pasukan anti huru-hara itu katakanlah melumpuhkan kelompok-kelompok yang dianggap melakukan kerusuhan," imbuhnya.

Taufan mendesak Kapolri Jenderal Tito Karnavian segera meluruskan isu tersebut, karena kerusuhan pada 22 Mei itu menimbulkan korban jiwa. Sejauh ini, kata dia, Komnas HAM belum mendapatkan laporan terkait dugaan penggunaan peluru tajam dan masih mempercayai keterangan pihak kepolisian bahwa senjata maksimum yang bisa digunakan aparat keamanan sesuai SOP adalah peluru karet.

"Nah, ini yang kita minta Pak Kapolri untuk betul-betul menindaklanjuti. Sementara ini, Kapolri mengatakan akan mengusut. Maka kita akan percaya Kapolri, kita akan mendukung Kapolri sepenuhnya proses pengungkapan dan penegakan hukum," ujar Taufan.


Menurut Taufan, berdasarkan keterangan Tito, peluru tajam itu digunakan pihak ketiga. Ia mendukung Polri mengusut tuntas hingga identitas pelaku terkuak.

"Oh iya, pasti. Kan sekarang ada informasi dari pihak petugas keamanan bahwa ini ada pihak ketiga, memprovokasi, memobilisasi, gitu. Ya kita menginginkan pengungkapan fakta atas apa yang dituduhkan itu, sehingga terang," ucapnya.

Taufan pun menyatakan pihaknya belum menemukan kesimpulan ada dugaan pelanggaran HAM dalam aksi 22 Mei. Jika terbukti yang menggunakan peluru tajam adalah pihak ketiga, menurut Taufan, itu termasuk tindakan kriminal.

"Kalau itu dari kelompok yang kriminal, ya itu kan tindak kriminal berarti kan. Ya kalau dari polisi kan gitu. Tapi kan sementara ini polisi berkeyakinan dan punya bukti-bukti awal bahwa ada pihak ketiga yang menumpangi dan membuat kerusuhan dan kemudian ada peluru tajam itu," tutur Taufan.


Sementara itu, Taufan menyatakan Komnas HAM akan melakukan pengawasan terhadap tim khusus bentukan Kapolri yang mengusut aksi 22 Mei. Ia mempercayakan pengusutan itu kepada pihak kepolisian.

"Sekarang kan mereka sudah bentuk tim itu. Itu tim yang dibuat Kapolri itu kan melibatkan intelijen, segala macam. Kita percayakan aja. Dan kita mengawasi jalannya tim itu. Koordinasi kita juga dengan mereka selalu," pungkasnya.

Polri Nyatakan Ada yang Pegang Senjata di Luar Aparat

Kapolri Jenderal Tito Karnavian sebelumnya memang telah mengeluarkan pernyataan terkait korban tewas dalam rusuh dini hari 22 Mei. Namun, Tito meminta masyarakat jangan langsung menarik kesimpulan mereka merupakan korban aparat.

"Saya mendapatkan laporan dari Kabiddokes, ada 6 orang meninggal dunia. Informasinya ada yang kena luka tembak, ada yang kena senjata tumpul," ujar Tito dalam konferensi pers di Kemenko Polhukam, Rabu (22/5).


Tito juga mengingatkan masyarakat soal adanya penyelundupan senjata ilegal untuk aksi 22 Mei ini. Dia bahkan menunjukkan senapan serbu M4 yang disita dari pelaku penyelundupan senjata ilegal.

"Harus kita clear-kan, di mana dan apa sebabnya. Tapi jangan langsung apriori," tutur Tito.

"Karena kita menemukan barang-barang seperti ini (sambil menunjuk senapan M4). Ini di luar tangan TNI dan Polri. Apalagi memang ada upaya untuk memprovokasi itu sehingga membangun kemarahan publik," sambungnya.


Simak juga video 'Sederet Saksi Bisu Keberingasan Massa Perusuh di Aksi 22 Mei':

[Gambas:Video 20detik]


(tsa/fjp)
FOKUS BERITA: Aksi 22 Mei
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed