DetikNews
Kamis 23 Mei 2019, 13:07 WIB

Polri Periksa 10 Saksi soal Ambulans Gerindra Berisi 'Amunisi' Rusuh

Audrey Santoso - detikNews
Polri Periksa 10 Saksi soal Ambulans Gerindra Berisi Amunisi Rusuh Ambulans Partai Gerindra berisi batu yang diamankan polisi. (Foto: Istimewa)
Jakarta - Polisi telah memeriksa 10 saksi berkaitan dengan penemuan ambulans Partai Gerindra yang berisi 'amunisi' rusuh. Saat ini arah penyelidikan kepolisian adalah menentukan sosok aktor intelektual yang membekali mobil ambulans itu dengan batu.

"(Sudah periksa) 10 orang, termasuk pemilik, dan akan didalami. Pemiliknya sudah teridentifikasi, driver, saksi sudah dimintai keterangan," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (23/5/2019).

"Mengarah nanti kepada aktor intelektual mendesain ini," sambung dia.


Dedi belum dapat menjawab apakah aktor intelektual yang dimaksud adalah bagian dari Partai Gerindra. Dedi kembali menuturkan hal tersebut masih dalam proses penyelidikan.

"(Aktor intelektual bagian dari partai?) Ya itu masih didalami. Karena ada logo partai politik. Tapi apa benar milik partai politik atau simpatisan, atau pengurus partai politik, masih didalami," ucap Dedi.

Sebelumnya diberitakan, polisi telah memetakan pihak-pihak yang menjadi provokator dalam aksi 22 Mei dini hari. Ada sebuah ambulans dengan logo parpol berisi batu untuk menyuplai 'amunisi' rusuh.

"Ada satu ambulans. Ada partainya. Penuh dengan batu dan alat-alat," ujar Kadiv Humas Polri Irjen M Iqbal dalam konferensi pers di Kemenko Polhukam, Rabu (22/5).

Ketua DPC Gerindra Kota Tasikmalaya Nandang Suryana membenarkan bahwa ambulans tersebut milik pihaknya, namun membantah sengaja membawa batu untuk massa 22 Mei. Menurut dia, ambulans yang kaca depan dan badan pintunya bertulisan 'Gerindra Kota Tasikmalaya' itu dikirim ke Jakarta pada Selasa (21/5) malam, sekitar pukul 20.00 WIB, atas instruksi Seknas Gerindra.


"Jadi gini, DPC se-Jabar diinstruksikan harus kirim ambulans ke Seknas. Hanya ditugaskan mengirim ambulans. Ini se-Jabar, bukan Kota Tasik saja," ujar Nandang di kantor Gerindra Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, kemarin.

Namun Waketum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad memastikan perintah itu tak datang dari ketua dan sekretaris DPD Gerindra. Dia mengaku tak tahu-menahu soal hal ini.

"Kita nggak tahu, karena setelah dicek yang memerintahkan itu bukan ketua atau sekretaris DPD," kata Sufmi.



Fadli Zon: Ambulans Berisi Batu Bukan Milik Gerindra:

[Gambas:Video 20detik]


(aud/dhn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed