DetikNews
2019/05/23 11:53:44 WIB

Tentang Rusuh 22 Mei: Rencana Serang Jokowi hingga Pendana Misterius

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Halaman 1 dari 2
Tentang Rusuh 22 Mei: Rencana Serang Jokowi hingga Pendana Misterius Foto: Lamhot Aritonang/detikcom
Jakarta - Polisi berhasil menangkap para perusuh yang diduga kuat bertanggung jawab atas sejumlah kerusuhan yang terjadi pada beberapa titik di Jakarta. Polisi mengungkap rencana mereka untuk menciptakan rusuh sudah di-setting dan dibiayai oleh seorang pendana misterius. Bagaimana penjelasan lengkapnya?

Perusuh Beda dengan Peserta Aksi Damai

Kapolri Jenderal Tito Karnavian memastikan kelompok yang membuat rusuh dini hari, Rabu (22/5/2019), berbeda dengan peserta aksi demo damai di Bawaslu kemarin. Kelompok tersebut yang diduga sebagai massa tak dikenal dengan tujuan membuat rusuh.

"Peristiwa di jam 23.00 WIB sampai pagi itu bukan peserta aksi yang tadi (di Bawaslu), tapi pelaku yang sengaja langsung menyerang dan tujuan melakukan kerusuhan. Nah ini beda, untuk itu dilakukan langkah-langkah sesuai SOP, yaitu mengeluarkan gas air mata dan bertahan dengan tameng dan pentungan," tegas Kapolri.



Sementara itu, Kadiv Humas Polri Irjen Mohammad Iqbal menegaskan bahwa aksi massa demo 22 Mei di gedung Bawaslu awalnya memang kondusif. Bahkan dia mengatakan aparat dan peserta aksi sempat menjalankan salat tarawih berjemaah.

257 Pelaku Rusuh Berhasil Diciduk

Polisi berhasil menciduk para perusuh di asrama Brimob, Petamburan, Jakarta Barat. Diduga kuat mereka merupakan perusuh bayaran. Bahkan, beberapa di antara mereka ada yang bertato. Hingga saat ini, setidaknya sudah ada 257 orang yang berhasil diamankan.

"Jadi bahwa pelaku-pelaku yang kita tangkap sebanyak 257 ini ada yang menyuruh, ada beberapa uang tadi di amplop ini dan sudah men-setting kegiatan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Rabu (22/5/2019).



Argo menyebut 257 tersangka itu berasal dari 3 tempat kejadian perkara, yaitu Bawaslu, Petamburan, dan Gambir. Dari Bawaslu ada 72 tersangka, lalu 156 tersangka dari Petamburan, dan sisanya 29 tersangka dari kerusuhan di Gambir. Menurut Argo, para perusuh diduga kuat berasal dari beberapa daerah di luar Jakarta. Mereka membuat pertemuan di Sunda Kelapa, Jakarta Utara, guna merencanakan aksi kerusuhan.

"Kemudian bahwa para tersangka yang tadi disuruh itu berasal dari luar Jakarta dan kemudian dari Jawa Barat dia kemudian datang ke Sunda Kelapa. Di sana ketemu beberapa orang di sana. Yang sedang kita cari, sedang kita gali, siapa orangnya yang ditemuinya dan kemudian," tuturnya.

Argo pun menegaskan para pelaku ini dijerat dengan Pasal 170, 212, 214, dan 218 KUHP. Sedangkan pelaku pembakaran asrama polisi di Petamburan ditambahi Pasal 187 KUHP.


Rencana Serang Jokowi di Johar Baru

Polisi berhasil mengungkap rencana provokator kerusuhan 22 Mei 2019 untuk menyerang Jokowi di Johar Baru. Rencana penyerangan tersebut disebarkan melalui aplikasi perpesanan Whatsapp.

"Terus kemudian di WA Group ini menyampaikan, 'Jokowi di Johar, ayo kita serang'. Ada di sini (grup WA)," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono dalam jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Jl Jenderal Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (22/5/2019).



Sebelumnya, diketahui Jokowi memang membacakan pidato kemenangan di Kampung Deret, Tanah Tinggi, Johar Baru, Jakarta Pusat, Selasa (21/5). Selain itu, Argo Yuwono memaparkan provokator ini juga mengajak untuk membuat titik kerusuhan di Jakarta.

"Ada kata-kata lagi, 'Rusuh sudah sampai Tanah Abang kok, sudah sampai bakar-bakaran'. Jadi dia sudah langsung menyampaikan ke grup," lanjut Argo.

Di-setting oleh Pendana Misterius, Ada Busur sampai Bom Molotov

Lantas, Argo merinci barang-barang yang diamankan polisi dari para pelaku. Barang bukti termasuk senjata tajam dan senjata lainnya.

"Untuk Bawaslu barang bukti bendera hitam, mercon, atau petasan, kemudian juga ada beberapa handphone. Di Petamburan ada beberapa celurit, busur panah yang ditemukan di Petamburan," kata Argo.

Dia pun menunjukkan busur panah yang diamankan di Petamburan. Argo mengatakan barang bukti juga, termasuk bom molotov, untuk menyerang petugas. Menurutnya, semua ini sudah disiapkan oleh seseorang.

"Jadi sudah saya jelaskan bahwa dari pelaku perusuh yang kita tangkap ini adalah sudah direncanakan setting ada yang membiayai sudah mempersiapkan barang-barangnya karena di Petamburan itu batu, busur sudah tertata di pinggir jalan," ujar dia.

"Di Petamburan juga ada uang yang masuk di amplop, ada nama-namanya. Amplop ini ada untuk siapa-siapanya dari Rp 200-500 ribu. Ada uang Rp 5 juta untuk operasional," sambungnya.

Mereka Mengaku Dibayar

Sementara itu, Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan, berdasarkan pemeriksaan petugas, para perusuh sudah mengaku dibayar. Hal ini juga dikuatkan oleh uang yang ada di dalam amplop.

"Yang diamankan (di Petamburan) ini, termasuk yang di depan Bawaslu, ditemukan pada mereka amplop yang berisi uang totalnya Rp 6 juta yang terpisah amplopnya, mereka mengaku ada yang bayar," kata Tito di kantor Kemenko Polhukam, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Rabu (22/5/2019).

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed