detikNews
2019/05/23 11:53:44 WIB

Tentang Rusuh 22 Mei: Rencana Serang Jokowi hingga Pendana Misterius

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Halaman 2 dari 2
Tentang Rusuh 22 Mei: Rencana Serang Jokowi hingga Pendana Misterius Foto: Lamhot Aritonang/detikcom


Ada Bukti Ambulans Berlogo Partai

Polisi pun menemukan bukti berupa satu mobil ambulans berlogo partai berisi batu dan alat-alat. Diduga batu dan alat tersebut adalah amunisi massa untuk menyerang polisi.

"Ada bukti-bukti. Ada satu ambulans, saya tidak akan sebutkan partainya, penuh dengan batu dan alat-alat. Ada juga massa tersebut masih menyimpan amplop dan kami sita, Polda Metro Jaya, sedang kami dalami," kata Kadiv Humas Polri Irjen M Iqbal dalam konferensi pers di Kemenko Polhukam, Rabu (22/5/2019).

Terkait ambulans berlogo partai ini, diketahui logo tersebut merupakan logo Partai Gerindra Tasikmalaya. Ketua DPC Gerindra Kota Tasikmalaya Nandang Suryana pun membenarkan ambulans tersebut milik pihaknya, tapi membantah sengaja membawa batu untuk massa 22 Mei.

Ia menjelaskan ambulans yang kaca depan dan badan pintu bertulis 'Gerindra Kota Tasikmalaya' itu dikirim ke Jakarta pada Selasa (21/5) malam, sekitar pukul 20.00 WIB. "Jadi begini, DPC se-Jabar diinstruksikan harus kirim ambulans ke Seknas. Hanya ditugaskan mengirim ambulans. Ini se-Jabar, bukan Kota Tasik saja," ujar Nandang di kantor Gerindra Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Rabu (22/5/2019).

Sedangkan DPP Gerindra mengaku belum tahu soal arahan mobil ambulans tersebut. DPP Gerindra masih melakukan pengecekan terkait pihak yang memerintahkan membawa ambulans untuk aksi 22 Mei di DKI Jakarta. Gerindra memastikan perintah itu tak datang dari ketua dan sekretaris DPD Gerindra.

"Kita nggak tahu, karena setelah dicek yang memerintahkan itu bukan ketua atau sekretaris DPD," kata Waketum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad kepada wartawan, Kamis (23/5/2019).

Dasco mengatakan perintah itu diberikan kepada pengurus DPC Gerindra Tasikmalaya lewat surat. Namun dia belum bisa menyebutkan pihak yang memberikan surat itu.

"Kita lagi cek siapa namanya yang memerintah itu, karena katanya pakai surat perintah itu," ujarnya.


6 Orang Tewas, Kapolri Minta Jangan Langsung Apriori

Polisi juga mengaku menerima informasi terkait kematian 6 orang yang diduga menjadi korban kerusuhan. Kapolri Jenderal Tito Karnavian mendapatkan laporan mengenai enam orang tewas dalam rusuh dini hari 22 Mei. Namun Tito meminta masyarakat tidak langsung menarik kesimpulan mereka merupakan korban aparat.

"Saya mendapatkan laporan dari Kabiddokes, ada 6 orang meninggal dunia. Informasinya, ada yang kena luka tembak, ada yang kena senjata tumpul," ujar Tito dalam konferensi pers di Kemenkopolhukam, Rabu (22/5/2019).



Tito menyebut soal 6 orang yang meninggal dalam rusuh 22 Mei itu perlu ditelusuri lebih lanjut. Agar diketahui mengenai penyebab dan siapa pelakunya.

"Harus kita clear-kan, di mana dan apa sebabnya. Tapi jangan langsung apriori (mengambil kesimpulan tanpa pengalaman)," tutur Tito.

"Karena kita menemukan barang-barang seperti ini (sambil menunjuk senapan M4). Ini di luar tangan TNI dan Polri. Apalagi memang ada upaya untuk memprovokasi itu sehingga membangun kemarahan publik," sambungnya.


Rencana Menciptakan Martir

Kapolri Jenderal Tito Karnavian menjelaskan, petugas berhasil mengungkap soal informasi akan adanya 'rencana berdarah' untuk menciptakan martir. Hal ini berdasarkan dari beberapa senjata api yang disita oleh polisi.

"Tanggal 21 Mei kemarin kita juga menangkap 3 orang. Mereka ditangkap dengan senjata revolver jenis Taurus Glock 22 berikut sejumlah peluru 2 dus M-40 hampir 60 butir. Pengakuan mereka sama nanti dipakai untuk tanggal 22," sebutnya sambil menunjukkan pistol yang dimaksud.

"Tujuan untuk apa? informasi intelijen kita, senjata-senjata ini mereka pakai di antaranya untuk selain kepada aparat, pejabat juga, juga untuk ke massa supaya timbul martir. Alasan untuk buat publik marah, yang disalahkan aparat pemerintah," imbuh Tito.



Tonton juga video Deretan Fakta Kerusuhan di Aksi 22 Mei:

[Gambas:Video 20detik]


(rdp/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed