DetikNews
Rabu 22 Mei 2019, 07:45 WIB

TKN Prediksi Ada Oposisi Merapat, PD Ngaku Siap Terlibat di Pemerintahan

Tsarina Maharani - detikNews
TKN Prediksi Ada Oposisi Merapat, PD Ngaku Siap Terlibat di Pemerintahan Foto: Jansen Sitindaon bersama SBY (dok. pribadi)
Jakarta - Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin memprediksi bakal ada manuver dari partai oposisi untuk bergabung dengan mereka. Partai Demokrat, alah satu partai pengusung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, menyebut akan membahas sikap partai setelah seluruh proses Pemilu 2019 selesai.

"Soal sikap Demokrat pasca Pemilu 2019, kan ada mekanisme di internal. Itu sepenuhnya menjadi kewenangan ketua umum dan majelis tinggi partai. Jadi ya kita tunggu, apakah Demokrat akan bergabung atau tidak (ke pemerintah)," kata Ketua DPP PD, Jansen Sitindaon kepada wartawan, Selasa (21/5/2019).


Jansen mengatakan sikap PD akan diputuskan Ketua Umum PD Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Namun, lanjut dia, PD pada prinsipnya siap menjadi bagian dari pemerintahan.

"Yang pasti Demokrat siap di dalam atau di luar pemerintahan. Selama 4,5 tahun ini kita sudah membuktikan mampu konsisten ada di luar pemerintahan. Kader Demokrat sudah belajar jadi oposisi yg baik, setelah selama 10 tahun di kekuasaan. Jadi kami siap intinya di dalam atau luar pemerintahan," ujarnya.

Di lain sisi, Jansen menyebut PD juga siap menjadi partai oposisi. Menurut dia, PD berpengalaman sebagai partai penguasa dan oposisi.

"Kalau terlibat di dalam, ya pengalaman kami selama 10 tahun berkuasa akan kami kontribusikan kepada yang kami dukung. Sepuluh tahun pemerintahan Pak SBY disukai atau tidak ya, tentu banyak hal baik. Tentu kami ingin pemerintahan yang sejuk, jauh dari perpecahan, dan berfokus soal ekonomi," ucap Jansen.


"Banyak jejak pemerintahan Pak SBY yang bagus. Kalau di luar pemerintahan, ya menjadi oposisi yang konstruktif," tegas dia.

Sebelumnya, Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf Johnny G Plate memprediksi akan ada manuver partai politik di luar Koalisi Indonesia Kerja (KIK) untuk bergabung. Manuver tersebut, menurut dia, akan terlihat dalam waktu dekat.

"Hari ini dengan semalam diumumkan perolehan suara, pasti dinamika politik menjadi lebih intens. Saya kira dalam satu-dua hari ini akan ada pimpinan-pimpinan parpol yang akan melakukan manuver-manuver yang lebih definitif. Khususnya yang dari luar koalisi KIK," kata Johnny di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (21/5).


Menurut Johnny, reposisi parpol adalah hal yang biasa dan sering terjadi di Indonesia. Ia pun menyebut sudah ada komunikasi intens dengan parpol dari koalisi pendukung Prabowo-Sandiaga.

Selain itu, Presiden Jokowi kembali memanggil Komandan Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) hari ini, 22 Mei 2019. Jokowi dan AHY sebelumnya telah bertemu pada 2 Mei 2019.

"Iya betul, rencananya Mas AHY dipanggil Bapak Presiden pagi ini (Selasa), namun kami dapat kabar bahwa pertemuannya ditunda besok (hari ini)," ucap Osa, Selasa (21/5).



Tonton juga video Jabat Tangan dan Pelukan TKN-BPN Akhiri Proses Rekapitulasi:

[Gambas:Video 20detik]


(tsa/tsa)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed