DetikNews
Rabu 22 Mei 2019, 02:59 WIB

Gus Nadir Prihatin Ada Netizen Palsukan Sahabat Nabi untuk Kritik AHY dan SBY

Jabbar Ramdhani - detikNews
Gus Nadir Prihatin Ada Netizen Palsukan Sahabat Nabi untuk Kritik AHY dan SBY Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) (Foto: instagram @susilobambangyudhoyonofans)
Jakarta - Di media sosial ramai posting-an yang mengaitkan Perang Uhud untuk 'menyerang' Ketua Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). AHY dikaitkan dengan salah seorang bernama Amir Huzaini Yasrib.

Amir Huzaini Yasrib disebut-sebut sebagai salah seorang sahabat Nabi Muhammad SAW yang meninggal dalam Perang Uhud karena tergiur pada harta rampasan perang (ghanimah).

Netizen menyingkat nama Amir Huzaini Yasrib menjadi AHY. Amir Huzaini Yasrib disebut tewas karena turun dari Bukit Uhud untuk mengambil harta rampasan perang, yang akhirnya malah membuatnya terbunuh musuh.


Dalam sebuah tangkapan layar (screenshot) laman media sosial lainnya, Amir Huzaini Yasrib merupakan putra Said Badar Yusuf. Netizen kemudian menyingkat nama Said Badar Yusuf menjadi SBY.

Kisah Perang Uhud ini dijadikan ilustrasi untuk 'menyerang' AHY. Netizen kemudian mengaitkan AHY dengan aksi 22 Mei. AHY disebut sebagai pengkhianat.

Netizen mempertanyakan apakah kesamaan inisial ini sebagai hal yang kebetulan terjadi.


Hal ini disoroti Rais Syuriyah PCI Nahdlatul Ulama Australia-New Zealand, Nadirsyah Hosen. Pria yang akrab disapa Gus Nadir ini prihatin terhadap ulah netizen yang memalsukan nama sahabat Nabi Muhammad untuk mengkritik AHY dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Rais Syuriyah PCI Nahdlatul Ulama Australia-New Zealand, Nadirsyah HosenRais Syuriyah PCI Nahdlatul Ulama Australia-New Zealand, Nadirsyah Hosen (Foto: Twitter @na_dirs)

Gus Nadir, yang juga dosen senior di Monash Law School, menyatakan tak ada nama Amir Huzaini Yasrib dan Said Badar Yusuf dalam kitab sejarah. Dengan kalimat lain, Gus Nadir mengatakan kedua nama tersebut merupakan tokoh fiktif.

"Gila bener, sampai nama sahabat pun dipalsukan. Gak suka sama AHY dan SBY silakan, itu hak klean. Tapi jangan sampai maksa bikin singkatan nama dari tokoh fiktif. Sahabat Nabi lho yg klean palsukan itu. 2 ribu yg like dan 4 ribu yg RT udah ketipu semua. Gak ada di kitab sejarah!" demikian cuitan Gus Nadir dalam akunnya, @na_dirs, seperti dilihat detikcom, Selasa (21/5/2019).


Dalam cuitan tersebut, Gus Nadir menyempatkan sebuah cuitan lain dari akun @WajahMuslimah17. Cuitan dari @WajahMuslimah17 berisikan narasi yang mengaitkan Amir Huzaini Yasrib dengan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Di dalam cuitan tersebut juga ada foto AHY yang tengah berbincang dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Pada bagian latar gambar AHY dan Jokowi ditampilkan foto Bukit Uhud.

"Iya tidak ada nama sahabat Nabi yang ikut Perang Uhud yang bernama tersebut," tegas Gus Nadir.


Dilansir dari majalah As-Sunnah edisi 06-07/Tahun XI/1428H/2007M, tak ditemukan nama Amir Huzaini Yasrib sebagai salah satu dari 70 syuhada yang meninggal dalam Perang Uhud.



Berikut 70 nama syuhada yang meninggal dalam perang yang jatuh pada 15 Syawal 3 Hijrah atau Maret 625 Masehi itu:

1. Hamzah bin Abdul Muthalib
2. Abdullah bin Jahsyi
3. Mush'ab bin Umair
4. Salamah bin Tsabit bin Wahsyi
5. Amru bin Tsabit bin Wahsyi
6. Tsabit bin Wahsyi
7. Rifa'ah bin Wahsyi
8. Husail bin Jabir
9. Saifi bin Qaizhi
10. Habbab bin Qaizhi
11. 'Abbad bin Sahli
12. Al-Harits bin Anas bin Muadz
13. Iyas bin Aus
14. Ubaid bin At-Taihan
15. Habib bin Yazid bin Taimi
16. Yazid bin Hathib bin Ymaiyah bin Rafi
17. Abu Sufian bin Al-Harits bin Qais bin Zaid
18. Hanzalah bin 'Amir
19. Unais bin Qatadah
20. Shammas bin Uthman
21. Amru bin Muadz bin An-Numan
22. Al-Harits bin Anas bin Rafi
23. Imarah bin Ziad
24. Abu Habbah bin Umar bin Tsabit
25. Abdullah bin Jabir bin An-Nu'man
26. Abu Saad Khaitsamah bin Khaitsamah
27. Abdullah bin Salamah
28. Subai' bin Hathib bin Al-Harits
29. 'Amr bin Qais
30. Tsabit bin 'Amr bin Qais
31. Tsabit bin 'Amr bin Zaid
32. 'Amir bin Mukhallid
33. Abu Hurairah bin Al-Harits bin Alqamah bin 'Amr
34. 'Amr bin Muthraf 'Alqamah bin 'Amr
35. 'Aus bin Tsabit bin Al-Mudzir
36. Anas bin An-Nadhri
37. Qais bin Mukhallid
38. Kaisan maula Bani 'Adi bin an-Najjâr
39. Salim bin Al-Harits
40. Nu'man bin 'Al-Harits
41. Kharijah bin Zaid bin Abu Zuhair
42. Saad bin Ar-Rabi' bin 'Amr bin Abu Zuhair
43. Aus bin Al-Arqam
44. Malik bin Sinan
45. Sa'id bin Suwaid
46. 'Utbah bin Rabi'
47. Tsa'labah bin Sa'ad bin Malik
48. Saqaf bin Farwah bin Al-Budai
49. 'Abdullah bin 'Amr bin Wahab
50. Dhmrah bin 'Amr bin Ka'b bin 'Amr bin al-Juhani
51. 'Ubaid bin Al-Mu'alla
52. Malik bin Tumailah
53. Harits bin 'Udai bin Khursyah
54. Malik bin Iyas
55. Iyas bin Udai
56. 'Amr bin Iyas
57. Naufal bin 'Abdullah
58. 'Abbas bin 'Ubadah
59. Nu'man bin Malik bin Tsa'labah
60. Al-Mujdar bin Zaid
61. 'Ubadah bin Al-Hashas
62. Rifa'ah bin 'Amr
63. 'Abdullah bin 'Amr
64. 'Amru bin Al-Jamuh
65. Abu Aiman , Maula 'Amr bin Hadidah
66. Abu Aiman, Maula 'Amr bin Al-Jamuh
67. Salim bin 'Amr bin Hadidah
68. Antarah maula Salim
69. Sahl bin Qais bin Abu Ka'ab
70. Dzakwan bin 'Abdu Qais.


(jbr/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed