detikNews
Rabu 22 Mei 2019, 03:00 WIB

Round-Up

Saling Menyelamati antara Jokowi dan Megawati

Tim detikcom - detikNews
Saling Menyelamati antara Jokowi dan Megawati Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menemui capres petahana Joko Widodo (Jokowi) di Istana Merdeka, Jakarta. (Ray Jordan/detikcom)
Jakarta - Capres petahana Joko Widodo (Jokowi) dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri saling mengucapkan selamat setelah KPU menetapkan hasil Pemilu 2019. Jokowi-Ma'ruf Amin ditetapkan KPU meraih 55,50 persen, sementara Prabowo Subianto-Sandiaga meraup 44,50 persen pada Pilpres 2019.

Ucapan selamat itu terucap saat Megawati menemui Jokowi di Istana Merdeka, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (21/5/2019). Megawati ditemani mantan wakil presiden yang juga Dewan Pengarah BPIP, Try Sutrisno, dalam pertemuan itu.

"Intinya, beliau berdua mengucapkan selamat atas pengumuman dari KPU tadi pagi yang sudah memberikan angka yang jelas, yaitu 55,5 persen untuk Jokowi-Ma'ruf Amin," kata Jokowi.


Sementara itu, Jokowi memberikan ucapan selamat kepada Megawati karena dinyatakan sebagai parpol pemenang Pemilu 2019. PDIP berada di urutan pertama Pileg 2019 dengan suara 19,33 persen.

"Saya menyampaikan selamat juga kepada Ibu Megawati Soekarnoputri sebagai Ketum PDIP yang juga memperoleh angka yang tertinggi, yaitu 19,33 persen," katanya.

Lantas apakah ada pembahasan ke depan setelah dinyatakan sebagai pemenang Pemilu 2019?

"Ini baru ucapan selamat. Nantilah, ini baru diumumkan, baru tahu diumumkan KPU," katanya.


Megawati bersyukur atas perolehan suara partainya pada Pileg 2019. PDIP memenangi pileg dengan 27 juta lebih suara.

"Alhamdulillah, PDIP, seperti tadi yang dinyatakan Presiden, mendapat angka terbesar," kata Megawati setelah bertemu dengan Jokowi.

Selain itu, Megawati berbicara tentang kabinet zaken yang diusulkan anggota Dewan Pengarah BPIP Syafii Maarif pada periode kedua Jokowi. Megawati menyebut keputusan penyusunan kabinet menjadi hak prerogatif presiden.

"Saya juga terus selalu mengatakan semuanya itu adalah hak prerogatif daripada presiden," ujar Megawati.


Megawati menjelaskan, Syafii Maarif memang mengusulkan kabinet zaken pada periode kedua. Diskusi seperti ini, disebut Megawati, selalu terbuka.

"Waktu pertemuan dengan BPIP memang dari Pak Syafii Maarif meminta kepada Presiden untuk, kalau sekiranya memungkinkan, kabinet yang akan datang itu namanya zaken, zaken kabinet. Tetapi memang kalau kami kan selalu di dewan, artinya di BPIP selalu berdiskusi terbuka," tuturnya.

Berikut perolehan suara 16 partai politik nasional:

1. PKB: 13.570.097 (9,69%)
2. Gerindra: 17.594.839 (12,57%)
3. PDIP: 27.053.961 (19,33%)
4. Golkar: 17.229.789 (12,31%)
5. NasDem: 12.661.792 (9,05%)
6. Garuda: 702.536 (0,50%)
7. Berkarya: 2.929.495 (2,09%)
8. PKS: 11.493.663 (8,21%)
9. Perindo: 3.738.320 (2,67%)
10. PPP: 6.323.147 (4,52%)
11. PSI: 2.650.361 (1,89%)
12. PAN: 9.572.623 (6,84%)
13. Hanura: 2.161.507 (1,54%)
14. Demokrat: 10.876.507 (7,77%)
19. PBB: 1.099.848 (0,79%)
20. PKPI: 312.765 (0,22%).
(idh/idh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed