detikNews
Selasa 21 Mei 2019, 22:09 WIB

Jokowi: Melalui Nuzulul Quran, Ciptakan Kebaikan dan Tak Buat Kerusakan

Ray Jordan - detikNews
Jokowi: Melalui Nuzulul Quran, Ciptakan Kebaikan dan Tak Buat Kerusakan Dok.detikcom/Jokowi/Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperingati Malam Nuzulul Quran di Istana Negara, Jakarta. Jokowi menyebut banyak hikmah yang bisa diambil dari peringatan Malam Nuzulul Quran, salah satunya untuk menciptakan kebaikan.

Dalam pesannya, Jokowi mengatakan bangsa Indonesia adalah bangsa besar yang dibangun di atas banyak suku dan agama. Perjalanan sejarah selalu menguji kemampuan Indonesia dalam menjaga persatuan, perdamaian dan kerukunan dalam keberagaman.

"Dinamika sejarah tersebut kadang memperkuat rasa persatuan kita sebagai bangsa. Tetapi dinamika kehidupan kita, kadang juga menggoyang kekokohan Bhinneka Tunggal Ika kita," kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Selasa (21/5/2019).






Karenanya, masyarakat sambung Jokowi harus terus-menerus mencari inspirasi dan meneguhkan langkah untuk memperkokoh persatuan dan kerukunan di Indonesia. Dia juga mengajak masyarakat mencari inspirasi nilai-nilai mulia dari setiap suku dan penggalan sejarah bangsa.

"Dan panduan dari nilai-nilai keagamaan kita dari Alquran, dari kisah-kisah Rasullullah SAW, dan dari Pancasila kita," katanya.

Dia mengatakan, peringatan Nuzulul Quran memiliki makna berlipat-ganda bagi bangsa Indonesia. Tidak hanya makna keagamaan, tetapi juga punya makna kebangsaan yang besar.

"Tidak hanya meningkatkan pemahaman, tapi juga mengamalkan persatuan bangsa sebagai bagian dari iman," katanya.





Melalui peringatan Nuzulul Quran, masyarakat bisa menggali banyak inspirasi. Termasuk inspirasi untuk meneguhkan persatuan bangsa.

"Inspirasi untuk menahan ego kelompok atau golongan, dan memperkuat semangat kebangsaan kita," katanya.

Jokowi mengatakan, melalui peringatan Nuzulul Quran, umat bisa meneguhkan komitmen untuk menjalankan tugas kita sebagai manusia. "Bahwa tugas manusia di muka bumi ini adalah untuk menciptakan kebaikan, dan tidak membuat kerusakan. Tugas kita adalah membangun tatanan sosial yang rukun, tatanan sosial yang damai, serta yang meningkatkan kesejahteraan dan keadilan," katanya.

Jokowi mengatakan kenabian Nabi Muhammad SAW antara lain dibuktikan dengan kemampuan beliau membangun tatanan sosial.

"Nabi Muhammad SAW berhasil membangun tatanan sosial baru yang menyatukan suku-suku Arab menjadi sebuah bangsa yang besar dan juga menyatukan seluruh umat Islam dalam ikatan iman yang sama," katanya.
(jor/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com