DetikNews
Selasa 21 Mei 2019, 22:01 WIB

Sekum Addiniyah: Ada yang Fitnah Pengurus Masjid di DKI soal Aksi 22 Mei

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Sekum Addiniyah: Ada yang Fitnah Pengurus Masjid di DKI soal Aksi 22 Mei Ilustrasi masjid (Foto: dikhy sasra)
Jakarta - Sekum Yayasan Addiniyah Attahiriyah, Idos Amien, mengungkap cerita lain di balik penangkapan Sekretaris Umum Yayasan Bina Sarana Masjid Al Ittihad Tebet, Budiono. Idos menduga Budiono menjadi korban fitnah dari pihak yang tak bertanggung jawab.

Cerita bermula dari beredarnya daftar masjid yang menampung aksi kedaulatan rakyat pada 22 Mei 2019. Dalam poster digital yang beredar, disebutkan pula nomor pengurus masjid yang bisa dihubungi. Nama masjid dan nomor telepon pengurus itu dicantumkan tanpa koordinasi terlebih dahulu.



Masjid Al Ittihad Tebet masuk dalam daftar masjid yang siap menampung peserta aksi. Selain itu, tercantum pula Masjid Attaqwa Attahiriyah yang terletak di Jalan Kampung Melayu Besar, Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan. Masjid ini merupakan masjid yang dibina oleh Yayasan Addiniyah.

Singkat cerita, pada hari Senin 20 Mei 2019, nomor pengurus yang tercantum di poster digital masjid yang siap menampung aksi tidak bisa dipakai. Diduga nomor para pengurus itu diretas.



Nomor pengurus itu kemudian menyebarkan pesan ancaman kepada orang lain. Isi pesan ancaman tersebut adalah upaya teror bom yang hendak menyasar sejumlah fasilitas Polri dan narasi yang mengait-ngaitkan Kapolri Jenderal Tito Karnavian dengan sosok dari zaman dahulu, DN Aidit.

"Intinya suruh posisinya adalah intinya ada foto kapolri sama di sebelahin sama Aidit terus di bawahnya ancam Bareskrim bom segala macam lah mereka nyebarin itu WA," ujar Idos saat dihubungi, Selasa (21/5/2019).

Idos menegaskan pesan itu sama sekali bukan berasal dari para pengurus masjid. Dia menduga pesan itu sengaja disebarkan seolah-olah pengurus masjid yang menghasut ancaman ke Kapolri.

"Seolah-olah pengurus masjid yang menyebarkan hasutan ancaman ke Kapolri," imbuh dia.

Mengetahui nomor pengurus masjidnya diretas, Idos bersama sejumlah pihak lain melaporkan kejadian itu ke Polda Metro Jaya. Pengurus Masjid Attaqwa Attahiriyah kemudian diperiksa pada kemarin sore.

"Andaikan kami tidak lapor lebih dulu, mungkin para Pengurus kami ini sudah dijemput Resmob/Polisi," tutur dia.

Cerita berbeda dialami oleh Sekretaris Umum Yayasan Bina Sarana Masjid Al Ittihad Tebet, Budiono. Idos menduga Budiono belum sempat membuat laporan sehingga akhirnya dijemput polisi.

Namun terlepas dari itu, Idos menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini ke polisi. Idos berharap polisi mengungkap duduk perkara sebenarnya.

Sebelumnya diberitakan, Polda Metro Jaya menangkap Sekretaris Umum Yayasan Bina Sarana Masjid Al Ittihad Tebet, Budiono. Budiono ditangkap terkait kasus dugaan ancaman di media sosial.

"Itu ditangkap karena mengancam di medsos," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono saat dimintai konfirmasi.

Informasi mengenai penangkapan Budiono juga disampaikan oleh Wakil Sekretaris Yayasan Bina Sarana Masjid Al Ittihad Tebet, Rustam Amiruddin. Menurut Rustam, Budiono diamankan di rumahnya di kawasan Tebet Timur, Jakarta Selatan, Senin (20/5) sekitar pukul 23.00 WIB.

"Saya belum bisa ngasih penjelasan ke media, kalau ada penangkapan, benar iya," kata Rustam saat dihubungi.
(knv/dnu)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed