DetikNews
Selasa 21 Mei 2019, 20:24 WIB

Suharso Cerita Jokowi Sempat Deg-degan PPP Tak Bisa Masuk Parlemen

Ray Jordan - detikNews
Suharso Cerita Jokowi Sempat Deg-degan PPP Tak Bisa Masuk Parlemen Foto: Plt Ketum PPP Suharso Monoarfa. (Grandyos Zafna/detik.com)
Jakarta - Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suharso Monoarfa menemui calon presiden petahana Joko Widodo (Jokowi) di Istana Merdeka. Suharso menceritakan Jokowi sempat khawatir PPP tak akan lolos ke DPR RI.

Suharso menemui Jokowi untuk memberikan ucapan selamat atas kemenangan di Pilpres 2019. Suharso mengaku membahas soal masa depan bangsa dalam pertemuan itu.

"Kita bicara mengenai masa depan Indonesia saja, karena presiden punya konsentrasi pada SDM dalam 5 tahun akan datang. Bapak Presiden bisa meninggalkan legacy di bidang pengembangan SDM dalam masa yang akan datang. Melihat daya saing ke depan dan kompetensi yang sedemikian rupa dan perubahan cara kerja yang kita hadapi di masa yang akan datang. Saya kira itu yang kita bicarakan," kata Suharso di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (21/5/2019).


Suharso juga mengatakan Jokowi senang dengan hasil Pemilu 2019. Terlebih, PPP berhasil melewati ambang batas parlemen (parliamentary treshold).

"Beliau justru merasa senang, karena ternyata Presiden tadinya deg-degan bahwa kita tidak bisa lolos parliamentary treshold, dan beliau mengucapkan selamat kepada PPP bahwa PPP bisa melewati batas ambang itu meskipun dengan tekanan-tekanan yang dihadapi baik internal maupun eksternal," jelasnya.

Suharso menegaskan partainya akan tetap mendukung Jokowi di periode kedua sebagai Presiden RI hingga selesai di 2024 nanti. "Kita mendukung presiden, kami akan tetap mendukung presiden sampai masa pemerintahan selesai," katanya.

Dalam pertemuan itu juga dibahas soal situasi kebangsaan. Kedua belah pihak berharap suasana perpolitikan di Indonesia bisa berangsur sejuk.

"Mudah-mudahan cooling down dengan sendirinya dengan waktu. Sebab bangsa ini sudah sering menghadapi hal seperti ini, mulai dari yang paling ringan sampai yang paling berat, termasuk di masa-masa sebelum reformasi. Dan di masa-masa reformasi ini, kita sudah terlatih dan teruji, jadi mudah-mudahan kita juga dapat menyelesaikan dengan baik," katanya.


Soal apakah ada pembahasan kursi kabinet dengan Jokowi, Suharso mengatakan belum ada pembicaraan.

"Belum, belum bicara seperti itu. Kita belum menyampaikan itu. Kita cuma sampaikan gagasan-gagasan besar ke depan, apa yang akan kita kerjakan bersama," pungkasnya.
(jor/idh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed