DetikNews
Selasa 21 Mei 2019, 20:16 WIB

BIN soal Aksi 22 Mei: Kondisi Under Control, Ruang Gerak Teroris Dipersempit

Jefrie Nandy Satria - detikNews
BIN soal Aksi 22 Mei: Kondisi Under Control, Ruang Gerak Teroris Dipersempit Foto: Juru Bicara Kepala BIN, Wawan Purwanto. (Ahmad Bil Wahid/detikcom)
Jakarta - Badan Intelijen Negara (BIN) memastikan kondisi keamanan Indonesia pada saat Aksi 22 Mei tetap kondusif. BIN mengatakan setiap potensi ancaman yang bakal terjadi sudah diantisipasi.

"Iya sebetulnya kita undercontrol sih. Semuanya terkontrol, terukur. Karena semua elemen yang sudah kita coba kita upayakan ini tetap smooth lah ya. Kalau pun riak-riak terjadi itu hal yang biasa. Tapi tidak lantas meledak menjadi sebuah...," kata juru bicara BIN, Wawan H Purwanto di Jalan Raya Pasar Minggu, Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa (21/5/2019).



Keyakinan Wawan akan terciptanya situasi kondusif ini didasari oleh pernyataan dari sejumlah tokoh termasuk capres Prabowo Subianto. Langkah Prabowo yang akan mengajukan gugatan kecurangan Pilpres 2019 ke MK dinilai sebagai sebuah proses yang sudah sesuai konstitusi.

"Selama ini juga para pemimpin juga sudah cooling down ya. Pernyataan pak Prabowo sendiri juga sudah supaya menghindari kekerasan, menempuh jalur-jalur hukum, seperti Mahkamah Konstitusi. Jadi itu tensi menurut saya ya akan menurun dan ke sananya nanti kita juga menunggu proses hukum. Misalnya di Mahkamah Konstitusi sesudah itu terus ketok palu, sudah selesai, ya sudah kita ikuti. Ini kan tidak lantas menyusahkan rakyat gitu. Dari kedua paslon ini menurut saya tidak. Karena beliau adalah seorang negarawan yang juga memikirkan, meminimalisir adanya suatu benturan," ujar Wawan.



Wawan juga mengapresiasi sikap Prabowo yang berupaya meredam suasana pasca penetapan hasil rekapitulasi Pemilu 2019. Dia pun mengimbau masyarakat untuk tidak terprovokasi dengan kabar-kabar yang tidak jelas.

"Kalau kita melihat dari speaking-speaking, statement beliau kan sudah memperlihatkan adanya suatu upaya cooling down dan tidak lantas membuat massa bergerak liar, itu tidak. Kalau pun ada yang memprovokasi, tidak terpancing. Misalnya ada yang mencoba menggiring pada suasana elite supaya tidak mengarah ke situ. Ini menunjukkan bahwa beliau elegan, semuanya. Itu yang saya lihat," ujarnya.



Selain itu, Wawan juga mengatakan ruang gerak teroris yang bakal beraksi pada 22 Mei sudah dipersempit. Kendati demikian, Wawan meminta masyarakat tetap waspada.

"Itu kan semuanya terukur ya. Jadi sudah pada tertangkep ya, sebagian. Meskipun masih ada yang belum. Mesti terus dijejak yang belum itu, proses pengejaran. Karenanya semua pihak kan diharapkan untuk waspada. Termasuk mereka yang melakukan demo. Meskipun demo ini sah, boleh, tapi tetep dia harus waspada dan melakukan sterilisasi di dalam kelompoknya. Karena ini kan masa-masa cair. Namanya cair kan sulit untuk melihat ini. Itu yang perlu diwaspadai bersama. Kalau teroris emang ada rencana untuk melakukan penyerangan. Hanya sekarang terus-menerus dipersempit geraknya supaya mereka tidak ada ruang untuk melakukan aksi. Diharapkan," bebernya.
(knv/hri)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed