DetikNews
Selasa 21 Mei 2019, 18:03 WIB

Senpi Ilegal yang Diamankan dari Mayjen Purn Soenarko Jenis Senjata Serbu

Tim Detikcom - detikNews
Senpi Ilegal yang Diamankan dari Mayjen Purn Soenarko Jenis Senjata Serbu Foto: Eks Danjen Kopassus Mayjen Purn Soenarko. (Rengga Sancaya/detikcom).
Jakarta - Mayjen purnawirawan Soenarko ditangkap dalam kasus penyelundupan senjata api ilegal. Senjata yang diselundupkan eks Danjen Kopassus itu berjenis senjata serbu.

Berdasarkan informasi yang didapat detikcom, senjata ilegal yang diamankan dari Soenarko adalah senjata laras panjang M4 Carbine buatan Amerika Serikat. Senjata M4 ini biasa digunakan oleh tentara angkatan darat dan Korps Marinir AS.

Senapan serbu M4 diketahui memiliki laras 14,5 inci dengan peluru kaliber 5.56 milimeter dari magasin yang berisi tiga puluh peluru. Senjata tersebut memiliki mode semi otomatis dan dapat memuntahkan tiga butir peluru.


Dari penangkapan Soenarko, diamankan satu pucuk senjata laras panjang M4, 2 buah magasin, peredam suara (silencer), tali sandang, dan tas senjata. Menko Polhukam Wiranto membenarkan senjata yang diamankan dari politikus Gerindra tersebut berjumlah satu pucuk.

"Satu (pucuk). Tetapi menguasai senjata api berat ilegal tidak diizinkan, siapa pun. Itu ada hukumnya, ada undang undangnya, tidak mengada-ngada," ungkap Wiranto di kantor Kemenko Polhukam, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (21/5/2019).

Wiranto menambahkan Soenarko diduga menyelundupkan senjata dari Aceh. Ia menyebut senjata ilegal yang diselundupkan Soenarko ini berkaitan erat dengan isi pernyataan mantan orang nomor satu di Kopassus itu dalam video viral tersebut, yakni mengenai aksi 22 Mei. Atas ucapannya, Soenarko dilaporkan ke Bareskrim.


"Jadi supaya tidak simpang siur ya, memang penangkapan dari Mayor Jenderal Purnawirawan Soenarko berkaitan dengan ucapan-ucapan beliau juga pada saat ada penjelasan kepada anak buahnya yang terekam dan diviralkan," sebut Wiranto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

Saat ini Soenarko sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Rutan POM Guntur. Dalam kasus tersebut, seorang personel TNI aktif berpangkat Praka juga turut diamankan.
(elz/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed