DetikNews
Selasa 21 Mei 2019, 17:34 WIB

Letjen Purn Suharto Orasi di Depan Bawaslu, Bicara Kecurangan Pemilu

Matius Alfons - detikNews
Letjen Purn Suharto Orasi di Depan Bawaslu, Bicara Kecurangan Pemilu Letjen TNI Mar (Purn) Suharto Demo di Depan Gedung Bawaslu (Alfons/detikcom)
Jakarta - Sejumlah purnawirawan TNI turut dalam aksi demonstrasi massa Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat (GNKR) di depan gedung Bawaslu, Jakarta Pusat. Salah satunya Letjen TNI Mar (Purn) Suharto. Dia lantang meneriakkan bahwa pelaksanaan Pemilu 2019 curang.

Suharto datang bersama sejumlah purnawirawan TNI di depan gedung Bawaslu, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (21/5/2019) sore. Mereka berbaur dengan massa. Kedatangan mereka cukup mencolok karena mengenakan baret dan topi serta seragam motif loreng.

Suharto, yang mengenakan baret berwarna ungu, kemudian naik ke atas mobil komando. Dia sempat memberi komando kepada massa untuk meneriakkan takbir tiga kali sebelum dia menyapa massa yang hadir menyampaikan orasi.


"Kita bersama di sini dalam keadaan sama-sama dizalimi. Selama saya dinas sudah berulang kali dilakukan pemilu, tapi pemilu sekarang ini pemilu yang paling curang, yang paling tidak bermartabat, bagi saya tidak ada kata lain, lawan, lawan, dan lawan!" ujar Suharto lantang.

Letjen Purn Suharto Orasi di Depan Bawaslu, Bicara Kecurangan PemiluLetjen TNI Mar (Purn) Suharto Demo di Depan Gedung Bawaslu (Alfons/detikcom)


"Kalau saya bandingkan dulu dan sekarang, sekarang ini jauh lebih zalim, saya hanya minta pada anak-anakku, adik-adikku ABRI, TNI, dan Polri, ini tugas pokok kita melawan kezaliman. Dari dulu yang saya minta cuma satu, terbaik untuk rakyat, terbaik untuk ABRI, kita tidak akan mengkhianati. Oleh karenanya itu, ajak seluruhnya, baik TNI maupun Polri, kalian sebagai alat negara bukan alat pemerintah, bukan alat penguasa," sambungnya.


Suharto mengatakan dirinya akan mewakafkan sisa usia untuk melawan kezaliman.

"Saya tahu orang per orang aktivis 98, saya di situ, satu perjuangan kita untuk anak cucu kita. Bangkit atau punah, itu yang harus kita lawan, musuh kita sekarang ada tiga, pertama invasi besar besaran China ke Indonesia, kepolisian yang sudah melanggar daripada sumpah, ketiga neokolonialisme, neokomunisme, kita harus lawan, bangkit atau punah," ujar mantan Komandan Korps Marinir ini.

"Allahu Akbar!" teriak Suharto sebelum turun dari atas mobil komando. Hingga pukul 17.18 WIB, massa masih berada di depan gedung Bawaslu dan rencananya akan berbuka puasa bersama.



Simak Juga 'Massa Gelar Aksi Tolak Pemilu Curang di Bawaslu':

[Gambas:Video 20detik]


(hri/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed