DetikNews
Selasa 21 Mei 2019, 16:45 WIB

Massa Bawa Keranda ke KPU Tapteng, Minta Kuburan Petugas KPPS Dibongkar

Abdi Somat Hutabarat - detikNews
Massa Bawa Keranda ke KPU Tapteng, Minta Kuburan Petugas KPPS Dibongkar Massa demo KPU Tapteng membawa keranda, mereka meminta kematian petugas KPPS diungkap (Foto: Abdi Somat/detikcom)
Tapanuli Tengah - Massa yang berasal dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) berunjuk rasa ke kantor KPU Tapanuli Tengah (Tapteng). Mereka mendesak KPU untuk mengusut meninggalnya petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang bertugas di Pemilu 2019.

"Bongkar kuburan ke 554 KPPS tersebut," kata pimpinan massa, Yusuf Damanik, di Jalan Marison, Kecamatan Pandan, Selasa (21/5/2019).


Massa menyampaikan keprihatinan dengan membawa keranda mayat. Keranda tersebut diterima petugas KPU Tapteng.

Selain bicara soal petugas KPPS meninggal, massa juga menuntut pemilu yang jujur. KPU Tapteng menyatakan sudah melanjutkan aspirasi massa ke KPU Pusat.


"Laporan HMI telah diteruskan ke KPU Pusat, dan telah mendata para korban di KPPS. KPPS yang bersalah dan melakukan pelanggaran telah dipecat. Untuk lebih jelasnya lagi, agar membuka website KPU Tapteng," ujar komisioner KPU Tapteng, Feriosa Nasution, di depan massa.

Aksi unjukrasa ini berakhir pada pukul 12.20 WIB, mendapat penjagaan ketat dari Polres Tapteng.


Diberitakan sebelumnya, KPU mencatat 486 petugas KPPS meninggal. Selain itu, ada 97 anggota Bawaslu dan 25 dari Polri yang meninggal. Kemenkes yang sudah melakukan autopsi verbal untuk mengetahui penyebab meninggalnya para petugas.

Kemenkes mencatat mayoritas petugas KPPS meninggal akibat serangan jantung dan gagal pernapasan. Mayoritas petugas KPPS yang meninggal berusia 50 tahun dan lokasi terbanyak ditemukan di Jawa Barat.
(jbr/jbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed