DetikNews
Selasa 21 Mei 2019, 16:43 WIB

Siswi SMP di Dompu NTB Dicabuli Ayah Tiri hingga Hamil

Faruk - detikNews
Siswi SMP di Dompu NTB Dicabuli Ayah Tiri hingga Hamil Ilustrasi Pencabulan Anak (Foto: Andhika Akbarayansyah)
Jakarta - Seorang siswi SMP, asal Kecamatan Pajo, Kabupaten Dompu Nusa Tenggara Barat (NTB) harus merundung malu dan berhenti melanjutkan sekolahnya karena kini dia tengah hamil 7 bulan. Diduga, dia merupakan korban kebiadapan ayah tirinya MSA (46).

Korban yang kini duduk di bangku Kelas 9 Sekolah Menengah Pertama itu harus melayani nafsu birahi ayah tirinya dalam kurun waktu dua tahun terakhir. Korban diancam akan dibunuh dan ibunya akan diceraikan oleh pelaku ketika korban tidak melayani ataupun melawan pelaku. Korban pun pasrah dan membiarkan pelaku menikmati tubuh mungilnya dengan penuh penyesalan.



"Kejadian ini telah berlangsung lama, sejak korban masih kelas II SMP. Dan korban awalnya diancam dibunuh menggunakan Sajam jika korban menceritakan ke orang. Dan ibunya akan ditinggalkan," ungkap salah seorang Paman Korban Irlan, pada wartawan, Jumat (17/05) lalu.

Sejak saat itu, korban menjalani hari-harinya dibebani dengan pikiran tak menentu serta diselimuti dengan perasaan takut dan dilematis. Sementara sang ayah yang biadab itu terus menjalankan aksi bejatnya hingga muncul kecurigaan keluarganya dengan melihat perkembangan tubuh Bunga yang menurut mereka ada perubahan.

Keluarga mengetahui korban hamil setelah diinterogasi oleh keluarganya dan korban menceritakan semua kejadian yang dialaminya itu termasuk aksi bejat sang ayah tiri terakhir kalinya. Setelah mengetahuinya, ibu korban langsung mengantar bunga ke tempat pamannya yakni di Dusun Lepadi, Desa Kareke, Kecamatan Dompu.

"Terakhir korban disetubuhi bulan Mei tahun 2019 awal puasa yaitu tanggal 06 Mei 2019. Hal itu diketahui keluarga korban setelah melihat adanya perubahan terhadap tubuh dan fisik korban. Akhirnya korban dibawa ke sini di rumah saya oleh ibunya," terang Irlan.



Sementara itu, Kasubag Humas Polres Dompu, Itu Sabri, saat dihubungi wartawan via pesan WhatsApp, Selasa (21/05/2019) membenarkan adanya kasus dan laporan tersebut.

"Iya, benar, laporan terkait kasus itu memang sudah kami terima dan saat ini kami sedang melakukan proses penyelidikan. Tersangka saat ini sedang diamankan di Polres Dompu supaya terhindar dari kejadian yang tidak diinginkan," jelas Sabri.


(rvk/asp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed