DetikNews
Selasa 21 Mei 2019, 12:23 WIB

Kakorlantas: Puncak Arus Mudik Diperkirakan 1-2 Juni

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Kakorlantas: Puncak Arus Mudik Diperkirakan 1-2 Juni Kakorlantas Polri Irjen Refdi Andri (Foto: Nur Azizah Rizki Astuti/detikcom)
Jakarta - Kakorlantas Polri Irjen Refdi Andri memperkirakan puncak arus mudik akan berlangsung pada 1-2 Juni 2019. Kebijakan one way atau satu arah akan diberlakukan untuk mengantisipasi kepadatan.

"Kemudian ada hal berbeda dibandingkan tahun lalu, kita akan melalukan one way pada ruas tertentu. Khususnya di tanggal 30, 31 (Mei), tanggal 1 dan tanggal 2 (Juni). Di mana memang tanggal-tanggal itu adalah tanggal-tanggal yang padat, yang puncaknya kita perkirakan adalah tanggal 1 dan 2 (Juni)," ujar Refdi di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (21/5/2019).

Menurut Refdi, volume pergerakan kendaraan berbeda pada masing-masing ruas tol, tetapi yang paling dominan adalah pergerakan sepanjang Cikampek sampai Jawa Tengah hingga Jawa Timur. Refdi lalu menjelaskan titik-titik pemberlakuan one way saat arus mudik.



"Untuk pada saat mudik, kita konsepkan one way itu akan diberlakukan mulai tanggal 30, 31 (Mei), 1 dan 2 (Juni) di Km 25 tol Cibitung, setidak-tidaknya nanti mendekati Km 29 Cikarang Utama, kemudian Cikarang Utama sampai nanti Km 263 Brebes Barat itu sudah one way," jelas Refdi.

Sementara itu, Refdi memperkirakan puncak arus balik terjadi pada tanggal 8-9 Juni 2019. Sistem satu arah juga akan diberlakukan untuk mengantisipasi kepadatan saat arus balik.

"Arus balik diperkirakan puncaknya tanggal 8 dan tanggal 9 (Juni). Hari raya tanggal 5, 6 (Juni). Tanggal 7 mungkin mereka belum kembali, jadi puncak yang kita perkirakan itu tanggal 8, tanggal 9 di hari Minggu. Kalaupun nyambung lagi mungkin di tanggal 10 (Juni)," paparnya.

"Kemudian pada saat baliknya adalah di Km 189, Palimanan, kemudian sampai nanti Km 29 atau Km 25," lanjut dia.

Refdi menjelaskan manfaat pemberlakuan sistem one way ini adalah agar semua ruas jalan dan rest area dimanfaatkan dengan baik. Selain itu, Refdi mengatakan proyek-proyek besar akan dihentikan H-10 sebelum Hari Raya Idul Fitri.

"Kemudian nanti mudah-mudahan pada saatnya semua pekerjaan itu akan berhenti, utamanya empat pekerjaan besar ya, tol elevated, kereta api cepat Jakarta-Bandung, LRT, tol juga Cibitung-Cilincing. Itu nanti akan diberhentikan pekerjaan itu. Demikian juga perbaikan jalan 10 hari sebelum hari raya setidaknya tanggal 25-26 Mei itu juga akan dihentikan pekerjaan itu," ucapnya.
Pembatasan angkutan barang juga akan diberlakukan mulai tanggal 30-31 Mei dan 1-2 Juni saat arus mudik serta 8-9 Juni untuk arus balik. Refdi juga mengatakan kepolisian akan menggelar Operasi Ketupat 2019 untuk mengamankan mudik.

"Operasi kepolisian yang kita kenal dengan sandi Operasi Ketupat 2019. Dengan kekuatan kita cukup banyak, Polrinya 93 ribu, kemudian ada lagi kekuatan-kekuaran lain, TNI, Kementerian Perhubungan, dan semua pada unsur-unsur lima pilar itu, ditambah dengan mitra-mitra terkait, ada juga Pramuka, Patroli Keamanan Sekolah, dan sebagainya," pungkasnya.
(azr/dhn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed