DetikNews
Selasa 21 Mei 2019, 12:06 WIB

Janji-Janji Jokowi Sudah Menanti: Dari Dana Desa Hingga Kartu Sakti

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Janji-Janji Jokowi Sudah Menanti: Dari Dana Desa Hingga Kartu Sakti Foto: Jokowi dan Ma'ruf Amin (Dok. Istimewa)
Jakarta - Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menetapkan Pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin sebagai pemenang Pilpres 2019. Paslon urut 01 Jokowi-Ma'ruf Amin mendapatkan suara 55,5 persen dari total nasional, mengungguli suara paslon urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga 44,5 persen.

Jika tak ada gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK), Jokowi dan Ma'ruf Amin bakal ditetapkan sebagai Presiden dan Wakil Presiden terpilih pada 24 Mei 2019. Namun, sejumlah janji yang diobral Jokowi selama masa kampanye, sudah menanti. Apa saja janji-janji itu?

Target Rp 400 Triliun Dana Desa

Jokowi pernah menjanjikan akan menyalurkan dana desa hingga Rp 400 triliun jika terpilih kembali menjadi presiden lagi. Hal itu disampaikannya saat menyampaikan pidato 'Optimisme Indonesia Maju' Konvensi Rakyat, di Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat, Minggu (24/2/2019).

"Lima tahun ke depan total dana desa akan mencapai Rp 400 triliun," kata Jokowi.

Di samping itu, Jokowi memastikan penyaluran dana desa ke depannya akan lebih optimal dalam menyejahterakan rakyat.



"Dengan pemanfaatan yang makin baik, kemakmuran rakyat akan makin merata hingga pelosok desa. Ini alasan kenapa kita harus optimis sejahtera," sebutnya.

Dana desa ini dipandang perlu, terlebih mayoritas penduduk Indonesia tinggal di pedesaan, dengan tingkat kemiskinannya lebih tinggi dibandingkan perkotaan.

"Separuh penduduk Indonesia tinggal di desa dengan tingkat kemiskinan lebih tinggi dari perkotaan. Kita sudah mulai program dana desa, membangun ekonomi desa, membangun konektivitas, membuka kesempatan kerja seluas-luasnya di desa," paparnya.

Hingga 4 tahun pemerintahan Jokowi, dia menyebutkan sudah menggelontorkan dana desa hingga Rp 187 triliun.

"Empat tahun dana desa sudah mencapai Rp 187 triliun, jalan dan jembatan desa terbangun, air bersih, sanitasi meningkatkan ekonomi desa berkembang, pendapatan desa meningkat, pengangguran di desa turun," tambahnya.

Merampungkan Proyek Infrastruktur

Selama masa kampanye dan saat debat capres, Jokowi juga rajin memamerkan capaiannya terkait pembangunan infrastruktur. Dia pun berjanji bakal merampungkan sejumlah proyek infrastruktur yang belum beres dalam lima tahun pertama masa kepemimpinannya. Salah satu proyek infrastruktur yang ia janjikan bakal rampung saat menjabat lagi ialah proyek tol di Kalimantan Timur.

Jokowi mengatakan bahwa Balikpapan-Samarinda, Kalimantan Timur akan tersambung tol akhir tahun 2019. Jalan tol ini terbentang sepanjang 99 kilometer.

"Tol Balikpapan-Samarinda sudah selesai? Memang belum, saya tahu, saya intipi setiap hari. Jadi jalan tol Balikpapan-Samarinda tinggal 20% akan kita selesaikan akhir tahun ini Insyaallah nanti Balikpapan-Samarinda Insyaallah 99 kilometer yang biasanya ditempuh 3 jam, betul?" ujar Jokowi saat kampanye akbar di Gedung Dome Balikpapan, Kalimantan Timur, Kamis (28/3/2019).

Dengan tersambungnya tol, Jokowi menyebut Balikpapan-Samarinda bisa ditempuh dalam waktu satu jam saja. Jokowi juga menjanjikan tersambungnya ruas tol dari Samarinda menuju Bontang.



"Ini Pak Awang Faroek ada di sini, selamat siang Pak. Jadi Balikpapan-Samarinda biasanya 3 jam, kalau jalan jadi akan ditempuh maksimal 1 jam. Supaya semuanya tahu, nantinya Balikpapan-Samarinda selesai diteruskan sampai ke Bontang, siapa yang setuju tunjuk jari?" ujar Jokowi.

Pembangunan infrastruktur lainnya yang dipaparkan Jokowi adalah Bendungan Teritip, Bendungan Marang Kayu, dan Bendungan Tapin di Kalimantan. Khusus yang terakhir, Jokowi menjanjikan Bendungan Tapin di Kalimantan Selatan rampung akhir 2019.

Dorong Industri 4.0

Saat debat capres dan masa kampanye, Jokowi juga sering mengungkit soal isu Revolusi Industri 4.0 dan dukungan pemerintah untuk geliat industri startup. Jokowi pun sempat berjanji mempersiapkan roadmap untuk mendorong Revolusi Industri 4.0.

"Tadi pertemuan dengan komunitas digital dan seperti yang telah tadi saya sampaikan, bahwa mengantisipasi revolusi industri 4.0 kita sudah mempersiapkan yang namanya making Indonesia for 4.0. Saya kira persiapan-persiapan dalam kita menghadapi dan mengantisipasi dan juga langsung masuk ke perubahan-perubahan yang ada," kata Jokowi, Rabu (23/5/2018).



Menurut Jokowi, yang paling siap menghadapi Revolusi Industri 4.0 tersebut adalah anak muda. Terutama yang berasal dari komunitas digital.

"Memang yang paling siap adalah anak-anak muda. Jadi oleh sebab itu tadi kita bertemu dengan anak-anak muda dari komunitas digital sehingga nanti akan muncul ekosistem-ekosistem digital yang arahnya akan membangun sebuah komunitas besar. Sehingga antisipasi setiap perubahan-perubahan yang ada dari revolusi 4.0 betul-betul kita siap menghadapinya," katanya.

"Saya kira di kementerian perindustrian sudah mempersiapkan roadmap menuju ke sana," sambungnya.

Kartu Sakti

Salah satu janji yang sering diobral Jokowi selama masa kampanye ialah soal program kartu sakti. Kartu sakti itu yakni Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, Kartu Pra-Kerja dan Kartu Sembako Murah. Hampir pada setiap kunjungannya, Jokowi selalu memamerkan tiga kartu saktinya itu. Bahkan pada saat debat capres-cawapres, Jokowi juga sempat memamerkan program kartu sakti ini.



Jokowi mengatakan, program kartu sakti ini muncul bukan sekadar dari ide-ide saja, melainkan berasal dari survei penelitian. Sehingga Jokowi mengklaim programnya ini ilmiah.

"Kartu ini kita dapatkan bukan dari ide-ide, tapi dari survei-survei dari penelitian, memang kehendak masyarakat itu 3 kartu ini. Jadi ini ilmiah, bukan mengada-ada," ujar Jokowi dalam acara Deklarasi Alumni Sriwijaya Bersatu di Palembang Sport and Convention Center, Sumatera Selatan, Sabtu (9/3/2019)

Lantas, Jokowi pun memaparkan fungsi dan manfaat masing-masing kartu tersebut.

"Pertama KIP Kuliah, ini akan memberikan jaminan anak-anak kita agar memiliki SDM yang premium, baik sekolah di dalam negeri, maupun sekolah di luar negeri," ujarnya.

Kedua adalah Kartu Pra-Kerja. Nantinya lulusan SMK/SMA atau perguruan tinggi akan diberikan pelatihan hingga insentif jika belum dapat pekerjaan dalam jangka waktu tertentu.

"Akan diberikan insentif honor yang kita batasi nantinya, bisa 6 bulan atau 1 tahun sebelum mendapatkan pekerjaan. Setuju nggak? Siapa yang ingin dapat KIP Kuliah? Siapa yang pengin dapat Kartu Pra-Kerja?" jelas Jokowi.

Ketika memamerkan Kartu Sembako Murah, para ibu-ibu teriak histeris. Jokowi pun menjelaskan mengenai fungsi kartu ini.

"Yang terakhir namanya Kartu Sembako Murah. Ini biasanya yang senang ibu-ibu. Tapi yang kaya-kaya nggak boleh. Ini nantinya akan diberikan kepada ibu-ibu sehingga nantinya akan ada diskon tertentu yang nanti akan kita tentukan semurah-murahnya, baik untuk membeli gula, beras, dan lain-lain," tuturnya


Visi-Misi Jokowi-Amin: Pemerataan Ekonomi hingga Kartu Sakti:

[Gambas:Video 20detik]


(rdp/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed
BERITA TERBARU +