DetikNews
Selasa 21 Mei 2019, 10:45 WIB

Ridwan Kamil Minta Bantuan Jepang Atasi Masalah Citarum dan Sampah

Muhammad Idris - detikNews
Ridwan Kamil Minta Bantuan Jepang Atasi Masalah Citarum dan Sampah Foto: Pemprov Jawa Barat
Jakarta - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil membeberkan sejumlah rencana strategis pihaknya dalam menata Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum dalam pertemuannya dengan Menteri Lingkungan Hidup Jepang, Yoshiaki Harada, di Tokyo.

Emil, sapaan akrabnya, mengatakan masalah di Citarum sangat komplek mengingat DAS tersebut melewati lebih dari tujuh kabupaten/kota. Masalah makin berat karena industri banyak berdiri di sana, termasuk perumahan. Karena itu, pihaknya berencana memindahkan industri di sekitar sungai, ke area dekat pelabuhan Patimban, Subang yang dibangun oleh Japan Indonesian Corporate Agency (JICA).

"Sehingga butuh langkah strategis. Jika industri itu berpindah ke area Patimban, maka Citarum akan kami ubah dari zona industri ke zona pemukiman dan rekreasi," kata Emil dalam keterangannya, Selasa (21/5/2019).

Guna merealisasikan hal tersebut, pihaknya meminta KLH Jepang membantu mengatasi bukan hanya pencemaran, namun banjir rutin yang berpuluh tahun belum terselesaikan. "Mungkin ada ahli dari Jepang yang bisa membantu mengatasi banjir luar biasa," kata Emil.


Vice Minister for Global Environment Affairs KLH Jepang, Yasuo Takahashi, mengatakan dalam penataan Citarum pihaknya sudah menjalin kerja sama di berbagai tingkatan mulai dari kementerian, hingga level parlemen dengan pemerintah Indonesia.

"Kami juga mengharapkan kepemimpinan bapak gubernur untuk proyek-proyek tadi untuk memajukan setiap proyek walaupun selangkah demi selangkah. Kami juga mohon diberi kesempatan rutin untuk kerjasama lebih lanjut," ujarnya.

Selain permasalahan Citarum, lanjut Takahashi, Jepang juga sudah berkomitmen membantu Pemprov Jabar dalam penanganan sampah di proyek Legok Nangka.

Menurutnya, Jepang melalui JICA, memiliki keterbatasan dalam membantu mewujudkan pengelolaan sampah modern dan ramah lingkungan untuk 12 Kota di Jabar. Sejak tahun lalu pihaknya sudah mengirim konsultan bekerja sama dengan JICA untuk waste to energy project di Jawa Barat. Karena itu Takahashi mengaku gembira mendengar informasi bahwa lelang internasional Legok Nangka direncanakan akan dibuka tahun ini.

"Namun kami anggap kerja sama di Legok Nangka tadi sangat penting. Kami menyampaikan apreasiai tertinggi dalam memajukan proyek terkait. Kami juga mohon diberi kesempatan rutin untuk kerja sama lebih lanjut," katanya.


(idr/mpr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed