detikNews
2019/05/21 04:20:31 WIB

Round-Up

Bu Ani Diserang, Duo Demokrat Hengkang

Tim Detikcom - detikNews
Halaman 1 dari 2
Bu Ani Diserang, Duo Demokrat Hengkang Foto: Jansen (kiri) dan Ferdinand (kanan). (Dok Twitter Ferdinand Hutahaean).
Jakarta - Dua elite Partai Demokrat (PD), Ferdinand Hutahaean dan Jansen Sitindaon hengkang dari barisan pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Alasannya karena istri sang ketum Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Ibu Ani di-bully oleh buzzer yang dituding pendukung pasangan nomor urut 02 itu.

Adalah Ferdinand Hutahaean yang pertama mencabut dukungannya dari Prabowo-Sandi. Ia menyebut netizen yang membully Bu Ni sebagai 'buzzer setan gundul'.

"Ya saya mundur! Saya tidak mau dukung lagi meskipun Prabowo yang akan ditetapkan sebagai pemenang. Buzzer-buzzernya tidak punya peri kemanusiaan," tegas Ferdinand, Minggu (19/5/2019).

Bu Ani Diserang, Duo Demokrat HengkangFoto: Ferdinand Hutahaean. (dok. pribadi).

Usai Ferdinand, Jansen Sitindaon melakukan hal yang sama. Ia tak terima Bu Ani yang sedang sakit kanker menjadi bulan-bulanan politik.

"Melecehkan Bu Ani ini menurut saya tidak menghargai perjuangan saya yang juga jelas keringat dan rekam jejaknya selama 7 bulan kemarin untuk memenangkan pak Prabowo. Ibu Ani ini posisinya sudah seperti Ibu Kandung kami seluruh kader Demokrat. Dengan kejadian beliau dituduh tuduh sakit rekayasa ini sungguh telah menyakiti hati saya dan hati seluruh kader Demokrat," kata Jansen, Senin (20/5/2019).

Pria yang sebelumnya merupakan juru bicara BPN Prabowo-Sandi menegaskan akan pamit dari kubu 02. Menurut Jansen, hinaan kepada mantan Ibu Negara itu melecehkan perjuangannya selama proses pemenangan Prabowo-Sandiaga sejak Demokrat bergabung.

"Kalau ditanya sikap pribadi saya sebagai kader, maka saya sungguh sudah tidak nyaman dengan keadaan ini. Dan saya pribadi akan pamit baik baik mundur dari barisan pak Prabowo ini. Karena begini begini saya ini juga ini kan ikut berjuang habis-habisan untuk memenangkan Pak Prabowo," ucapnya Jansen.


"Melecehkan Bu Ani ini menurut saya tidak menghargai perjuangan saya yang juga jelas keringat dan rekam jejaknya selama 7 bulan kemarin untuk memenangkan pak Prabowo. Ibu Ani ini posisinya sudah seperti Ibu Kandung kami seluruh kader Demokrat. Dengan kejadian beliau dituduh tuduh sakit rekayasa ini sungguh telah menyakiti hati saya dan hati seluruh kader Demokrat," sambung Jansen.

Jansen pun menyebut bully-an kepada Bu Ani menjadi pertimbangan Demokrat untuk keluar dari Koalisi Indonesia Adil dan Makmur. Hanya saja, keputusan Demokrat bertahan atau keluar dari koalisi Prabowo-Sandi akan diambil oleh para petinggi partai.

"Biarlah nanti institusi Partai yang secara resmi memutuskan ya. Ada Ketua Umum di situ, Sekjen dan Majelis Tinggi Partai," kata Jansen.

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com