DetikNews
Senin 20 Mei 2019, 22:02 WIB

Tanggapi TKN, Sandi: Saya Yakin Bachtiar Nasir Berkomitmen Pancasila

Zakia Liland - detikNews
Tanggapi TKN, Sandi: Saya Yakin Bachtiar Nasir Berkomitmen Pancasila Cawapres Sandiaga Uno (Zakia Liland/detikcom)
FOKUS BERITA: Mantap Memilih!
Jakarta - Partai Demokrat mengaku gerah terhadap politik identitas yang ada di Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Sandi membantah ada ideologi di luar Pancasila di dalam koalisi yang mengusungnya.

"Tidak ada yang mendukung ideologi di luar Pancasila di Koalisi Indonesia Adil Makmur," tutur Sandi di Posko Relawan M16, Jl Melawai No 16, Jakarta Selatan, Senin (20/5/2019).

Sandi juga mengomentari pernyataan Direktur Kampanye TKN Jokowi-Ma'ruf, Benny Rhamdani, yang menyebut ada kelompok pendukung khilafah di luar Koalisi Indonesia Adil Makmur. Benny sempat menyebut Bachtiar Nasir memiliki paham ideologi khilafah yang mengharamkan demokrasi.


Sandi mengatakan Bachtiar Nasir baru bergabung dengan BPN. Sandi sendiri mengatakan Bachtiar tetap berkomitmen terhadap Pancasila. Di sisi lain, Sandi mengatakan ideologi di luar Pancasila tak boleh diterima di Indonesia.

"Pak Bachtiar Nasir sendiri baru dinyatakan mendukung kita sangat di akhir. Saya kebetulan, beberapa kali kesempatan menggelar acara tadabur Alquran dengan beliau. Tentunya harapan... Saya sangat yakin Ustaz Bachtiar Nasir berkomitmen terhadap Pancasila, UUD 1945, dan NKRI," kata dia.


"Paham-paham yang disampaikan, melukai Pancasila dan UUD 1945, itu adalah tentunya tidak bisa kita, dalam bingkai NKRI itu tidak ada sama sekali, dari dalam landasan perjuangan Prabowo dan Sandi," sambungnya.

Sandi mengajak masyarakat membawa narasi yang tidak memecah belah. Dia mengatakan sebutan khilafah ada di dalam koalisinya merupakan framing.

"Sudah selesai kan pilpresnya? Mari kita pikirkan NKRI karena narasi-narasi yang memecah belah itu kan bahwa Sandiaga garis keras, itu membuka luka lama yang selama ini, selama pilpres berlangsung ini menjadi sasaran daripada framing-framing. Tapi setelah 17 April, kan kita bersatu padu. Jadi, saya mengimbau di bulan suci Ramadhan ini framing-framing kita adalah seharusnya framing statement yang menyejukkan karena rakyat sudah lelah. Rakyat pengin framing tidak saling menyerang," katanya.


Sandi juga meminta masyarakat menyerahkan proses Pemilu 2019 kepada pihak penyelenggara.

"Biarkan proses demokrasi ini berjalan. Ada koridor-koridornya. Sekarang kita serahkan kepada KPU dan apa langkah-langkah berikutnya yang dilalui sebagai tahapan demokrasi," ucapnya.
(jbr/tor)
FOKUS BERITA: Mantap Memilih!
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed