detikNews
2019/05/20 21:59:38 WIB

Round-Up

Koalisi BPN-Demokrat Tinggal Menghitung Hari

Tim detikcom - detikNews
Halaman 1 dari 2
Koalisi BPN-Demokrat Tinggal Menghitung Hari SBY dan Prabowo (Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta - Umur Partai Demokrat di koalisi Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tinggal menghitung hari. Dua elite Demokrat di koalisi telah menyatakan balik badan.

Dua petinggi Demokrat yang balik badan ialah Jansen Sitindaon dan Ferdinand Hutahaean. Mereka mundur dari Koalisi Indonesia Adil Makmur lantaran bully terhadap Demokrat menyasar Ani Yudhoyono, istri Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Ferdinand menunjukkan tangkapan layar akun Twitter yang mem-bully Ani Yudhoyono. Salah satu netizen terlihat mencolek akun Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan menuliskan kalimat 'Bini loe dah sembuh mbang @SBYudhoyono?'.


"Ya saya mundur! Saya tidak mau dukung lagi meskipun Prabowo yang akan ditetapkan sebagai pemenang. Buzzer-buzzer-nya tidak punya peri kemanusiaan," tegas Ferdinand, Minggu (19/5/2019).

Alasan buzzer politik menyerang Ani Yudhoyono turut menjadi pertimbangan Jansen Sitindaon mundur sebagai pendukung Prabowo. Dia amat tak terima Ani Yudhoyono diserang lantaran sudah menganggap sosok mantan ibu negara itu sebagai ibu kandungnya.

"Melecehkan Bu Ani. Ini menurut saya tidak menghargai perjuangan saya yang juga jelas keringat dan rekam jejaknya selama 7 bulan kemarin untuk memenangkan Pak Prabowo. Ibu Ani ini posisinya sudah seperti ibu kandung kami seluruh kader Demokrat. Dengan kejadian beliau dituduh-tuduh sakit rekayasa, ini sungguh telah menyakiti hati saya dan hati seluruh kader Demokrat," kata Jansen.

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed