DetikNews
Senin 20 Mei 2019, 19:27 WIB

KSAD dan RSPAD Jelaskan Isu Hoax Prajurit TNI Kena Cacar Monyet

Rolan - detikNews
KSAD dan RSPAD Jelaskan Isu Hoax Prajurit TNI Kena Cacar Monyet KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa saat di Mako Kopassus (Foto: Rolan/detikcom)
Jakarta - Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa meluruskan isu prajurit TNI meninggal akibat cacar monyet (monkeypox). Informasi tersebut sempat viral di media sosial.

"Sehubungan dengan beredarnya di media sosial tentang adanya anggota TNI Angkatan Darat yang meninggal di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) karena cacar monyet atau monkeypox, dalam hal ini maka kami menyatakan bahwa berita itu tidak benar, tidak ada kasus monkeypox di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat," ujar Andika saat jumpa pers di Balai Komando, Mako Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur, Senin (20/5/2019).

Andika pun meminta masyarakat tidak percaya terhadap informasi tersebut.


"Hanya seperti yang saya lakukan dua minggu yang lalu hanya informasi ini nggak usah lagi dipercaya karena memang enggak benar, tidak terjadi seperti yang diberitakan di media sosial nggak ada kasus monkeypox di RSPAD," kata Andika.

Andika beserta jajarannya tidak akan mengusut siapa orang yang pertama kali menyebarkan informasi bohong tersebut. Menurut Andika, hal tersebut tidak diperlukan.

"Nggak (mencari). Jadi sudah saya putuskan kita tidak akan mencari ataupun mengusut, nggak perlu," imbuhnya.


Di lokasi yang sama, Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSPAD, Kolonel Anjar, menjelaskan terkait adanya prajurit TNI meninggal yang dikaitkan dengan cacar monyet. Prajurit tersebut tidak terkena cacar monyet, tapi mengalami gangguan darah.

"Jadi pasien ini sebetulnya sudah beberapa saat sakit, sebelumnya di Lampung sana, sudah dirawat beberapa hari tidak ada perbaikan. Justru terakhir-terakhir ada mimisan, kemudian muncul bercak-bercak hitamnya itu sudah lama. Biasanya pasien dengan kondisi yang agak berat memang sering terjadi gangguan darah yang memunculkan gejala ada bintik-bintiknya," jelasnya.

"Setelah dievakuasi ke RSPAD, kondisinya memang sudah cukup berat dan harapan kesembuhannya berat dan waktu itu gejala yang menonjol adalah kekurangan darah. Kemudian ada sesak nafas yang berat di paru-parunya kemudian ada tidak mau makan beberapa hari sehingga di dalam darahnya itu cairan elektrolit kurang sehingga bisa kesadarannya menurun," sambungnya.


Nyawa prajurit tersebut pun tidak tertolong. Prajurit tersebut sudah mengalami penyakitnya lebih dari 3 bulan.

"Tetapi memang kondisinya sudah berat sehingga yang bersangkutan meninggal, tidak ada indikasi tanda-tanda bahwa itu suatu cacar monyet. Cacar monyet itu sembuh dalam waktu kira-kira 3 minggu dan pasien ini menderita merah hitam-hitam itu sudah lebih dari 3 bulan 4 bulan," imbuh Anjar.



Simak Juga 'Waspadai Cacar Monyet, Menkes Tekankan Kebersihan':

[Gambas:Video 20detik]


(jbr/jbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed