DetikNews
Senin 20 Mei 2019, 19:24 WIB

Quraish Shihab soal Aksi 22 Mei: Agama Menghendaki Terciptanya Keamanan

Muhammad Fida Ul Haq - detikNews
Quraish Shihab soal Aksi 22 Mei: Agama Menghendaki Terciptanya Keamanan Foto: Quraish Shihab (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Cendekiawan muslim Quraish Shihab berpesan agar masyarakat tidak perlu mengadakan aksi pada 22 Mei. Quraish Shihab mengatakan aspirasi pihak yang tidak puas terkait Pemilu 2019 sudah terdengar.

"Kita berdoa dan mengharapkan supaya semua berjalan aman, tidak menimbulkan perpecahan, tidak menimbulkan korban. Sebenarnya hemat saya tidak perlu lagi karena aspirasinya sudah terdengar dan ada jalan keluar yang disiapkan UU. Jadi tidak perlu lagi," kata Quraish di Istana Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (20/5/2019).


Quraish Shihab meminta aksi tersebut tidak dibungkus dengan dalih agama. Menurutnya, justru agama mengajarkan untuk taat kepada pemimpin.

"Agama nggak bicara soal itu. Agama menghendaki agar tercipta keamanan. Agama menghendaki taat pada penguasa. Walaupun tidak setuju kepadanya. Harus taat demi mencapai, menciptakan kedamaian," ucap Quraish.


Sebelumnya, Kapolri Jenderal Tito Karnavian memastikan pengamanan maksimal pada hari pengumuman hasil rekapitulasi Pemilu 2019 pada 22 Mei mendatang. Tito mengatakan setiap pihak yang melanggar akan ditindak tegas.

"Kita akan mengamankan secara maksimal kita sudah siapkan rencana rencana pengamanan yang melibatkan personel yang cukup agar masyarakat juga merasa terjamin sepanjang semua mengikuti aturan hukum maka akan baik-baik saja. Polri prinsipnya jika ada pihak-pihak yang keberatan mengikuti aturan hukum maka tentu kita akan ikut mengamankan namun kalau ada pelanggaran hukum yang sama polisi seluruh dunia juga sama, kalau ada pelanggaran hukum kita akan melakukan penindakan hukum sesuai aturan yang ada," kata Tito di kantor Kementerian Perindustrian, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta Selatan.


Tito berharap semua pihak yang tidak terima atas hasil Pemilu 2019 untuk menempuh jalur yang sesuai aturan hukum. Selain itu, sambung Tito, pihak yang mengamankan aksi yang digelar untuk merespons hasil pemilu tersebut.

"Kalau seandainya ada keberatan-keberatan segera itu menjadi bagian dari proses demokrasi. Saya hanya berharap semua kita ikuti aturan hukum yang berlaku di Indonesia, konstitusi yang ada, dan prinsip dari Polri tentu akan bekerja maksimal untuk mengamankan semua tahapan termasuk juga pada tahap pengumuman dari KPU," ujar dia.


Simak Juga '50 Ribu Personel Gabungan Siap Amankan Aksi 22 Mei 2019':

[Gambas:Video 20detik]


(fdu/gbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed