detikNews
Senin 20 Mei 2019, 19:10 WIB

Denpasar Luncurkan Taboo Aplikasi Penangkal Berita Hoax

Aditya Mardiastuti - detikNews
Denpasar Luncurkan Taboo Aplikasi Penangkal Berita Hoax Peluncuran Satgas dan Aplikasi Taboo (Foto: Dok. Pemkot Denpasar)
Denpasar - Pemerintah Kota Denpasar, Bali, meluncurkan aplikasi penangkal berita hoax, yaitu Tangkal dan Analisa Berita Bohong (Taboo). Lewat aplikasi Taboo ini, masyarakat bisa mengecek keabsahan berita viral yang beredar di media sosial ataupun layanan pesan.

"Hari ini launching, kesatuan jadi ada satgas bersama aplikasinya. Mulai bekerja 2 minggu lalu," kata Kepala Bidang Komunikasi dan Informasi Publik Diskominfo Denpasar Gde Wirakusuma Wahyudi ketika dihubungi via telepon, Senin (20/5/2019).

Saat ini Taboo bisa diakses melalui situs tangkalhoax.denpasarkota.go.id. Ke depan, tim Diskominfo Denpasar tengah merancang Taboo agar bisa diakses melalui aplikasi berbasis Android ataupun iOS.


"Kita buat dulu, menyempurnakannya sambil jalan, sekarang berbasis web, pengembangan 2 bulan lagi upayakan berbasis mobile, ini tugas pendidikan saya 2 bulan yang penting ada dulu. Mungkin prototype dulu, sambil jalan, diuji apa kelemahan diuji, begitu sempurna kita bergabung ke Pro Denpasar (layanan pengaduan warga), jadi masyarakat install Pro Denpasar sudah dapat banyak layanan," jelasnya.

Wira mengatakan ada empat tim yang bertugas di bidang internet, infrastruktur dan perangkat, tim pemantau, dan tim penerima pengaduan. Wira mengatakan ide pembuatan aplikasi ini untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi berita hoax maupun fakta dengan cara yang cepat.

"Karena hoax itu sangat berdampak pada sektor perekonomian Bali. Pada contoh kasus Gunung Agung itu memang ada letusan, tapi seolah-olah di medsos sudah meletus kuat dengan lelehannya padahal itu foto Gunung Sinabung dan Gunung di Meksiko. Akhirnya masyarakat resah dan wisatawan berduyun-duyun meninggalkan Bali, dari luar cancel menurut perhitungan dari data BNPB saya kutip kerugian akibat berita hoax itu mencapai Rp 11 triliun itu untuk mengembalikan citranya kan berat sekali," urainya.

Wira mengatakan Bali sebagai salah satu destinasi wisata sangat rentan terhadap isu-isu hoax sehingga adanya berita hoax sangat merugikan Bali.


"Bali itu bertumpu pada pariwisata, perekonomian utamanya, sedangkan sektor pariwisata sangat rentan terhadap isu bencana dan keamanan kemudian isu kesehatan. Kalau dibilang Bali kena monkeypox itu kan, hoax, ini yang kita upayakan kurangi minimal kalau menerima nggak ikut-ikutan share, cek dulu, saring dulu sebelum sharing itu yang kita coba membantu itu," jelas Wira.

Wira tak menampik jika aplikasi Taboo sudah banyak beredar di masyarakat, seperti turnbackhoax.id. Hanya, dia berharap aplikasi berbasis pemerintah ini bisa lebih dipercaya dan memudahkan masyarakat Denpasar untuk mengaksesnya.

"Jadi memudahkan masyarakat untuk mencermati isu yang beredar. Saya sih bikin Taboo itu kan bahasan yang pantang dibicarakan justru ini bohong yang pantang kita lakukan, kita sengaja pakai bahasa Inggris supaya orang asing juga tertarik mengaksesnya," tuturnya.

Peluncuran satgas dan aplikasi Taboo ini dihadiri oleh Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara di Damamaya Denpasar Cyber Monitor, di Gedung Sewaka Dharma, Lumintang, Denpasar. Di situs Taboo, masyarakat juga bisa ikut memberikan kontribusi berita hoax dengan cara mendaftarkan data diri di sudut kanan atas Lapor Hoax.



Simak Juga 'Hoax Lebih Kejam dari Pembunuhan':

[Gambas:Video 20detik]


(ams/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com