DetikNews
Senin 20 Mei 2019, 19:05 WIB

Round-Up

Diperiksa Etik, Ani Hasibuan Urung Bertemu Penyidik

Samsudhuha Wildansyah - detikNews
Diperiksa Etik, Ani Hasibuan Urung Bertemu Penyidik Pengacara dr Ani Hasibuan (Samsuduha Wildansyah/detikcom)
Jakarta - Dokter Ani Hasibuan urung diperiksa penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya terkait kasus dugaan hate speech. Ani tak bisa memenuhi panggilan polisi karena dipanggil Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK).

"Panggilan (pemeriksaan) tanggal 15 (Mei) untuk diperiksa tanggal 17 Mei, tanggal 17 Ibu Ani nggak bisa hadir karena kelelahan dan kita sampaikan alasannya dan penyidik buat tanggal baru, tanggal 20 (Mei). Ternyata tanggal 20 Ibu Ani dapat panggilan di MKEK untuk diperiksa juga," kata pengacara Ani Hasibuan, Slamet Hasan, di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (20/5/2019).



Konfirmasi mengenai ketidakhadiran Ani disampaikan oleh Slamet pada siang tadi. Ani, menurut Slamet, menjalani pemeriksaan di MKEK terkait artikel 'Pembantaian Massal Petugas KPPS'.

Menurut Slamet, sidang etik yang digelar MKEK sangat penting sehingga tidak dapat ditinggalkan Ani. Sidang etik ini, menurut Slamet, akan memeriksa terkait dugaan pelanggaran etik profesi Ani sebagai dokter.

"Ini ada aturan main sebetulnya. Jadi hampir semua organisasi profesi itu punya dewan kehormatan, mau notaris, advokat, dokter, semua termasuk wartawan, wartawan punya PWI. Itu punya kode etik masing-masing. Jadi untuk anggotanya itu diduga melakukan pelanggaran etik terhadap profesinya, maka pertama kali yang harus memberikan pemeriksaan adalah dewan etik. Masing-masing organisasi punya namanya sendiri-sendiri. Di kedokteran namanya Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) itu," ujar Slamet.



Selain itu, Slamet mendorong MKEK menyelesaikan terlebih dahulu pemeriksaan Ani sebelum pemeriksaan yang dilakukan oleh pihak kepolisian. Dia meminta polisi menunda sementara pemeriksaan terhadap Ani.

"Kita menghormati kepolisian yang sudah memanggil dokter Ani dalam tahap penyidikan sebagai saksi. Tetapi kita juga mendorong agar komite etik kedokteran ini juga diproses. Kita sebetulnya lebih prefer dokter Ani ini diperiksa dulu di MKEK, sementara kalau boleh proses di kepolisian ini diberhentikan dulu untuk sementara waktu, menunggu prosesnya di MKEK," kata Slamet.



Sebagaimana diketahui, Ani Hasibuan dipanggil polisi atas laporan dari masyarakat terkait sebuah artikel bertajuk 'dr Ani Hasibuan SpS: Pembantaian Pemilu, Gugurnya 573 KPPS Ditemukan Senyawa Kimia Pemusnah Massal'. Panggilan pertama sebagai saksi dilayangkan polisi pada Jumat (17/5) lalu dan Ani tidak dapat hadir dengan alasan kondisi kesehatan yang menurun.
(knv/idn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed